Renungan Harian
Tidak Tahan Bertarak

1 Korintus 7:1-16; Kejadian 2:24

”Hendaklah suami memenuhi kewajibannya terhadap isterinya, demikian pula isteri terhadap suaminya.”

(1 Korintus 7:3)

 

Pernikahan merupakan ritual penting kehidupan manusia. Bukan sekedar "asal kawin”, melainkan melaksanakan perintah Tuhan dan menggenapi setiap rencanaNya di dalam pernikahan tersebut. Dan pernikahan bukanlah sekedar pelengkap saja, sebab jika memaknai pernikahan hanya sebagai pelengkap saja, maka kita akan menemukan seorang istri yang pekerjaannya mengurus dapur, dan suami yang bekerja mencari nafkah, tidak lebih dari itu. Kenapa? Karena melihat pernikahan hanya sebagai pelengkap saja. Ada kebutuhan untuk makan, maka perlu orang yang masak atau menyediakan makanan; dan ada kebutuhan untuk nafkah maka ada orang yang bekerja. Keluarga seperti ini akan menjadi keluarga yang cepat bosan, akan menjadi keluarga yang dipenuhi dengan kekecewaan dalam berumah tangga.

Lalu apakah sebenarnya pernikahan itu? Pernikahan adalah salah satu sarana atau alat yang Tuhan pakai untuk membentuk kita dalam proses pengudusan (1 Tesalonika 4:4). Melalui pernikahan, Tuhan melunturkan sifat-sifat gelap kita dan menumbuhkan sifat-sifat terang dari Allah Bapa dalam diri kita. Dan, siapa yang bertekun dalam tugas ini akan menikmati pernikahan yang bahagia.

Dan melalui pernikahan itu Allah bermaksud supaya manusia melahirkan anak-anak terang yang kelak akan menjadi pembela bagi kebenaran.

Namun sayang, Setan terlalu turut campur dalam rencana indah ini. Setan telah memperdayai begitu banyak pria dan wanita supaya mereka tidak lagi mempertahankan pernikahan mereka. Arti pernikahan yang kudus telah dilecehkan habis-habisan. Karena itu tidak heran kalau kawin cerai sudah menjadi hal yang biasa di antara anak manusia.

Dalam pembacaan ayat hari ini kita melihat bagaimana Paulus memberikan sebuah rumus penting bagi keutuhan rumah tangga: jangan pernah berpisah untuk kurun waktu yang lama. Sebaiknya suami istri selalu bersama-sama. Mengapa? Bersama-sama saja masih saja ada suami atau istri yang tergoda, apalagi jika mereka berjauhan! Banyak keluarga yang hancur jika suami dan istri berpisah. Ya, pada dasarnya manusia itu lemah dan tidak tahan bertarak.

 

Renungan :

Marilah kita menghormati rencana Allah bagi sebuah keluarga. Allah membenci perceraian dan perpecahan dalam keluarga. Kalau mau pro dengan Allah, jagalah keutuhan rumah tangga kita.

 

Sertakan Kristus dalam rumah tangga kita supaya si iblis jahil itu tidak merusakkannya.