Renungan Harian
Masih Adakah Keadilan?

1 Korintus 6:1-11; Pengkhotbah 12:14

”Apakah ada seorang di antara kamu, yang jika berselisih dengan orang lain, berani mencari keadilan pada orang-orang yang tidak benar, dan bukan pada orang-orang kudus?”

(1 Korintus 6:1)

Kalau kita berbicara mengenai ketidakadilan, rupa-rupanya hal ini bukanlah merupakan hal yang baru lagi untuk kita dengar. Masalah mengenai ketidakadilan ini sama tuanya dengan usia peradaban manusia di muka bumi. Pada zaman kita hidup sekarang ini, kita akan melihat ketidakadilan menjadi suatu hal yang umum terjadi, baik yang berskala kecil dalam contoh praktis kehidupan sehari-hari seperti parkir, pendidikan atau layanan-layanan umum lainnya dalam masyarakat, juga yang berskala besar seperti misalnya kasus-kasus dalam dunia peradilan atau pelanggaran-pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM).

Beberapa tahun yang lalu telah terjadi pembakaran kantor komnas perlindungan anak di kantor pusatnya di Jakarta. Mengapa hal ini bisa terjadi, atau lebih tepatnya, apakah keadilan dalam perlindungan hukum di negeri kita sedemikian rapuhnya sehingga pihak-pihak tertentu yang tidak bertanggung jawab dapat dengan seenaknya dapat berbuat ketidakadilan dan sewenang-wenang? Atau apakah tidak adanya hukum-hukum yang mengatur mengenai ini semua? Ternyata tidak. Ada begitu banyak hukum-hukum yang mengatur mengenai keadilan bagi semua lapisan masyarakat baik yang berskala nasional seperti Undang-Undang Dasar di negeri kita ini, ataupun yang berskala internasional seperti Universal Declaration of Human Rights atau Deklarasi Universal PBB.

Melihat kenyataan ketidakadilan yang terjadi seperti ini bagaimana sikap kita orang Kristen dalam menanggapinya? Melihat kesaksian Alkitab mengenai hal ini memberi sedikit kelegaan kepada kita. Kenapa? Karena sepanjang sejarah Alkitab, kita melihat orang-orang yang tidak adil memang terlihat perkasa, tetapi tidak selamanya. Perhatikan contoh-contoh dalam Alkitab yang berbicara mengenai pihak yang diperlakukan tidak adil dalam hidupnya, namun Tuhan membela, seperti kisah antara Daud dan Saul, Mordekai dan Haman bahkan Yesus dan Pilatus. Mereka yang diperlakukan tidak adil tersebut tidak serta membalasnya namun Tuhan yang turun tangan membela mereka. Dengan kata lain Tuhan yang akan membalas perbuatan mereka yang memperlakukan sesamanya dengan tidak adil,  yaitu setimpal dengan perbuatan mereka (Pengkhotbah 12:14).

 

Renungan :

Ketidakadilan mungkin bisa saja berlangsung perlahan-lanan dan memakan waktu yang lama, tetapi sejarah Alkitab maupun sejarah dunia membuktikan bahwa ketidakadilan tidak bisa bertan selama-lamanya. Percalah seperti yang dikatakan dalam Alkitab, bahwa Tuhan sendiri yang bertindak menentang oknum yang berbuat sewenang-wenang terhadap sesamanya.

 

Ketidakadilan hanya menang sementara, selanjutnya jadi pecundang!