Daily Devotion
Beda Tujuan

 Roma 5:12-21; Bilangan 14:18

” . . . . Supaya, sama seperti dosa berkuasa dalam alam maut, demikian kasih karunia akan berkuasa oleh kebenaran untuk hidup yang kekal, oleh Yesus Kristus, Tuhan kita.”

(Roma 5:20-21)

Hukum diciptakan agar perbuatan benar dan salah menjadi nyata. Meskipun, hukum itu sendiri masih bisa diperdebatkan lagi. Dan peradilan, adalah tempat pembuktian dalil-dalil hukum, dari sesuatu yang dianggap benar atau salah tersebut. Namun sekali lagi, keputusan pengadilan pun, belum tentu memenuhi rasa keadilan pencari kebenaran. Itulah sebabnya ada pengadilan tinggi dan mahkamah agung. Atau upaya memohon grasi (pengampunan) dari Presiden. Tetapi biasanya, Presiden pun enggan memberikan kebijaksanaan yang bertentangan dengan keputusan hukum sebelumnya.

Itulah bedanya hukum dunia dengan hukum Tuhan. Taurat diciptakan untuk membuktikan banyaknya pelanggaran manusia atas hukum-hukum Tuhan. Pada level pembuktian, alasan kedua hukum itu diciptakan sepertinya sama. Tetapi pada level tujuan, keduanya mempunyai arah yang berbeda.

Tujuan pembuktian kesalahan dalam hukum dunia adalah untuk melegalkan pemberian hukuman kepada si terdakwa. Maksudnya, agar ada efek jera dari perbuatan melanggar hukum. Tetapi pembuktian kesalahan dalam hukum Tuhan tidak bermaksud untuk memberikan hukuman. Masih ada jalan untuk terhindar dari penghukuman tersebut. Karena Tuhan memberikan karunia berlimpah-limpah bagi setiap orang yang mau bertobat dan menerima Yesus sebagai Juru Selamatnya.

Itulah sebabnya, jangan pernah larut dalam rasa bersalah yang tak berkesudahan. Jacob Arminius, seorang theolog (1560-1609), berkata bahwa orang yang sudah diselamatkan pun masih bisa jatuh dalam dosa dan binasa. Tetapi, kalau dia mau bertobat, tidak akan dibalaskan Tuhan kepadanya setimpal dengan perbuatannya. Itulah sebabnya, hukum dunia dengan hukum Tuhan berbeda dalam tujuan.

 

Renungan :

Pemikiran bahwa dirimu adalah pendosa besar yang tidak akan mungkin diampuni oleh Tuhan, adalah keliru. Tuhan tidak sekejam itu. Selalu ada kasih karunia pengampunan untuk setiap orang yang mau kembali kepadaNya. Namun kalau terus bandel, ya ada kompensasinya.

 

Jangan menghukum dirimu sendiri dengan masa lalumu, karena yang Tuhan pedulikan adalah masa depanmu.