Daily Devotion
Hasil Ketekunan

Roma 5:1-11; Amsal 8:17

”dan ketekunan menimbulkan tahan uji dan tahan uji menimbulkan pengharapan.”

(Roma 5:4)

Saat ini banyak orang yang tidak sabar. Mereka menginginkan hasil cepat tanpa melalui proses. Pokoknya segalanya kalau perlu bisa didapatkan dengan cara instan, seperti makanan cepat saji. Tetapi ketekunan dan kesabaran adalah cara yang paling baik untuk mendapatkan hasil yang sempurna.

Ketekunan adalah bentuk terpenting dari disiplin diri. Ketekunan adalah ukuran sebenarnya dari karakter pribadi seseorang. Ketekunan merupakan ukuran dari kepercayaan kita terhadap apa yang kita harapkan dan kemampuan kita untuk mencapai kesuksesan.

Banyak orang sepertinya sudah tidak ada harapan lagi tatkala mereka mengalami kegagalan. Tetapi sebenarnya kegagalan adalah sebuah proses untuk mencapai keberhasilan.

Thomas Alfa Edison, penemu lampu, pada mulanya dianggap bodoh oleh gurunya, sehingga dia dikeluarkan dari sekolahnya. Ibunya memutuskan untuk mengajari sendiri anaknya, karena tak ada sekolah yang mau menerimanya. Karier penemuannya diawali setelah membaca buku School of Natural Philosophy karya RG Parker (isinya petunjuk praktis untuk melakukan eksperimen di rumah) dan Dictionary Of Science. Ibunya lalu membuatkan sebuah Laboratorium kecil buat dia. Apa hasilnya? Penemuan terbesarnya adalah Lampu pijar. Namun sebenarnya Thomas Alfa Edison telah menemukan banyak alat dan telah dipatenkan. Penemuan yang dipatenkannya tercatat sebanyak 1.093 buah.

Pada saat menemukan Lampu Pijar ini Thomas Alfa Edison mengalami kegagalan sebanyak 9.998kali. Baru pada percobaannya yang ke 9.999 dia berhasil secara sukses menciptakan lampu pijar yang benar-benar menyala terang. Pada saat keberhasilan dicapainya, dia sempat ditanya: Apa kunci kesuksesannya. Thomas Alfa Edison menjawab: "Saya sukses, karena saya telah kehabisan apa yang disebut kegagalan".

 

Renungan :

Kegagalan bukanlah akhir dari segalanya. Justru bersama Tuhan, kegagalan itu akan menjadi hasil yang luar biasa saat kita bertekun sambil menanti-nantikan Tuhan. Percayalah bahwa hidup kita diciptakan untuk berhasil di dalam Tuhan dan yang sesuai dengan kehendak Tuhan.

 

Keberhasilan dicapai setelah melalui beberapa tahap kegagalan.