Renungan Harian
Hasil Percaya

Roma 3:21-31; Kejadian 6:3

Maksud-Nya ialah untuk menunjukkan keadilan-Nya pada masa ini, supaya nyata, bahwa Ia benar dan juga membenarkan orang yang percaya kepada Yesus.

(Roma 3:26)

Tidak ada seorangpun di dunia ini yang mengatakan, bahwa dirinya benar 100% dan tidak ada seorangpun yang menganggap bahwa dirinya benar karena melakukan suatu hal. Dan tidak ada seorangpun yang menganggap dirinya sama sekali tidak pernah berdosa. Ingat kisah tentang seorang perempuan yang kedapatan berzinah dan hendak dilempari batu? Dalam Yohanes 8:1-11 ayat 7 dinyatakan, Yesus memberi pertanyaan kepada semua orang yang ada di sana "Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu”. Sejak itu tidak ada seorangpun yang melempari perempuan tersebut, sebab semua orang-orang di situ juga berdosa.

Mengapa semua orang telah menjadi orang yang berdosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah? Ini semua oleh karena ketidaktaatan satu orang, sehingga semua orang menjadi orang berdosa (Roma 5:19a). Dan semua orang yang telah menjadi berdosa kehilangan kemuliaan Allah, yaitu Roh Allah yang ada di dalam diri manusia itu tidak lagi tinggal dalam dirinya, sehingga umur manusia hanya sampai seratus dua puluh tahun saja (Kejadian 6:3) Pada kitab Mazmur tertulis, umur manusia sampai tujuh puluh tahun, kalau kuat delapan puluh tahun. Tetapi jika kita berada di dalam Kristus, maka kita beroleh hidup yang kekal (Yohanes 15). Hidup kekal itu kita peroleh bukan karena kita melakukan yang diperintahkan oleh manusia, tetapi yang mendengarkan Firman Tuhan dan melakukannya dengan segenap hati dan menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan juruselamat secara pribadi. Dengan demikian, berarti mengundang Roh Kudus untuk menguasai dan menuntun hidup kita sepenuhnya (Roma 8:14).

Dari iman percaya kita kepada Tuhan Yesus Kristus, maka kita ini dijadikan anak Allah (Yohanes 1:12) dan diperbaharui. Pertama-tama yang diperbaharui adalah roh kita, di mana dulu Allah Bapa menciptakan kita serupa dan segambar dan menjadikan kita sebagai anak. Setelah kita menjadi seorang anak, maka apa yang tidak benar di dalam diri kita diperbaharui. Dulu yang gambarannya samar-samar, maka sekarang tidak lagi, sebab ada Roh Allah di dalam diri kita. Yang dahulu kita tidak benar, sekarang kita dibenarkan oleh darah Kristus, darah yang sangat mahal dan suci yang membuat setiap orang percaya beroleh pembenaran.

 

Renungan :

Tidak hanya pembenaran yang kita peroleh, tetapi juga segala pelanggaran kita telah diampuniNya. Ini menunjukkan bahwa kesabaran Allah dan kesempatan dan keselamatan di dalam Kristus Yesus telah dinyatakan.

 

Kebenaran telah didapatkan melalui pengorbanan Kristus.