Renungan Harian
Karena Iman

Roma 3:9-20; Kejadian 15:6

Sebab tidak seorangpun yang dapat dibenarkan di hadapan Allah oleh karena melakukan hukum Taurat, karena justru oleh hukum Taurat orang mengenal dosa.

(Roma 3:20)

Mungkin ada baiknya kalau kita mengamati para pengguna jalan. Semakin banyak rambu lalu lintas yang dipasang semakin banyak pula orang yang melanggarnya. Semakin banyak pula ditilang. Apakah dalam hal ini bapak polisi melakukan kesalahan? Oh tentunya tidak. Polisi telah berusaha untuk memberikan rambu sebagai upaya untuk menertibkan dan melindungi para pengguna jalan. Tetapi toh masih saja pengguna jalan seakan tidak menggubrisnya.

Jadi tepatlah bahwa manusia itu sebenarnya tidak berdaya menghadapi hukum. Mereka terjebak dalam kurungan hukuman karena itulah yang akan mereka terima jika mereka melanggarnya. Lalu bagaimana solusinya? Tidak lain dan tidak bukan adalah Allah sendiri yang mengutus Yesus untuk menjadi sama dengan manusia dan mati di kayu salib dan dibangkitkan supaya dosa dan maut kehilangan kuasanya. Jadi hanya Kristus yang dapat memberikan kebenaran kepada kita.

Baik dalam bahasa Ibrani maupun bahasa Yunani atau baik dalam bahasa Perjanjian Lama maupun bahasa Perjanjian Baru, akar kata untuk “kebenaran" dan "justifikasi" adalah sama. Kata Ibrani "tsedeq" berarti "menjadikan benar.” Ini juga berarti “dinyatakan benar, dibenarkan." Sebagai contoh, dalam Kejadian 15:6 yang dikutip dalam Galatia 3:6, "Lalu percayalah Abram kepada TUHAN, maka TUHAN memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran (tsedeqah)” (Kejadian 15:6). Kata Yunani "dikaios" dapat diterjemahkan "tulus hati, adil," atau ini dapat juga diterjemahkan "benar.” Dan dalam Alkitab ini diterjemahkan baik “tulus hati, adil” maupun "righteous” atau "benar, berbudi." Dalam Matius 1:19, ketika Yusuf mengetahui bahwa Maria mengandung, Kitab Suci berkata, “Karena Yusuf suaminya, seorang yang tulus hati (dikaios) dan tidak mau mencemarkan nama isterinya di muka umum, ia bermaksud menceraikannya dengan diam-diam” (Matius 1:19).

 

Renungan :

Jadi marilah kita sekarang bertekun dalam kebenaran yang telah kita terima. Lakukan hal yang baik, karena setiap orang yang berasal dari kebenaran akan melakukan kebajikan dan kebenaran.

 

Hukum membawa kepada pelanggaran, tetapi Yesus membawa kepada kasih karunia.