Renungan Harian
Kesetiaan Allah

Roma 3;1-8; Mazmur 84:7

Jadi bagaimana, jika di antara mereka ada yang tidak setia, dapatkah ketidaksetiaan itu membatalkan kesetiaan Allah?

(Roma 3:3)

Prinsip mengenai keselamatan telah dijelaskan di sini bahwa penggenapan hukum dan anugerah Allah tidak diberikan kepada kita berdasarkan perbuatan kita, tetapi melalui iman. Mungkin ada yang berkata kalau menjadi orang Yahudi itu lebih menguntungkan. Memang ada, tetapi itu semata-mata karena firman Allah diberikan pertama kali kepada mereka. Karena firman diberikan kepada mereka pertama kali, mereka berpikir bahwa mereka lebih baik daripada orang-orang non-Yahudi. Namun, Alkitab mengatakan bahwa Allah meninggalkan orang-orang Yahudi karena mereka tidak percaya kepadaNya yang sudah membebaskan mereka dari dosa-dosa mereka.

Tetapi kalau mereka gagal. Mereka tidak berhasil menjaga Taurat itu, maka hal itu menandakan dan sekaligus bukti bahwa tidak ada satu pun manusia yang sanggup menjaga hukum Allah dengan kekuatan mereka sendiri. Tetapi apakah ketidaksetiaan manusia bisa membatalkan kesetiaan Allah? Camkanlah bahwa kebaikan Allah tidak bisa batal; bahkan meskipun orang-orang Yahudi tidak percaya kepada hal itu.

Allah berkata bahwa siapa saja yang percaya akan diselamatkan dari dosa. Karena itu, Allah meninggalkan orang-orang Yahudi karena mereka tidak percaya kepada firman kebenaran yang digenapi sesuai dengan janji Allah, meskipun Allah mempercayakan firmanNya kepada mereka.

Jadi Rasul Paulus menegaskan bahwa Allah memberikan anugerah keselamatan kepada semua manusia. Allah mengatakan berkali-kali janji itu di dalam Perjanjian Lama dan menggenapinya dengan mengutus Yesus Kristus ke dunia ini. Beberapa orang percaya kepada Injil Allah, beberapa lagi tidak. Jadi, siapa saja yang percaya diberkati menjadi anak-anak Allah, seperti yang dijanjikanNya. Dan berkat-berkat Allah tidak bisa dibatalkan seberapapun banyaknya orang yang tidak percaya.

 

Renungan :

Kita memiliki Allah yang luar biasa. Dia adalah Allah yang setia. Berapa kali kita melakukan ketidaksetiaan, namun Dia tetap setia. Jangan salah mengerti. Setiap ketidaksetiaan ada disiplin dan hukuman kasih supaya kita bertobat. Tetapi kalau masih bandel, hukuman kekal menanti kita.

 

Yesus adalah bukti kesetiaan Allah.