Renungan Harian
Adaptasi

Kisah Rasul 21:37-49; Yesaya 8:11

Ketika Paulus hendak dibawa masuk ke markas, ia berkata kepada kepala pasukan itu: "Bolehkah aku mengatakan sesuatu kepadamu?" Jawabnya: "Tahukah engkau bahasa Yunani?

(Kisah Rasul 21:37)

Kemampuan berbahasa adalah alat ampuh bagi Paulus untuk Imasuk ke segala kelompok masyarakat. Di hadapan kepala pasukan orang Yunani, Paulus berdialog dalam bahasa Yunani. Di hadapan massa orang Yahudi, dia pun kemudian berbahasa Ibrani. Kemampuan Paulus untuk beradaptasi bukan hanya sekedar pada kemampuan adaptasi bahasa, tetapi juga dalam beradaptasi dengan kultur atau budaya setempat.

Manusia lebih senang jika berada dengan orang yang mempunyai tipe kepribadian yang sama dengan dirinya. Seorang melankolis akan senang kalau bertemu dengan orang yang mau mendengarkan keluhannya. Sebaliknya, seorang ekstrovert berusaha menghindar, ketika ada yang ingin "curhat". Kalau pun dia mendengarkan, cenderung akan cepat menyela, untuk segera menyudahi pembicaraan tersebut. Hal itu terjadi, karena memang tipe kepribadiannya yang berbeda.

Di dalam hidup bermasyarakat dan berjemaat, sebaiknya kita memiliki kemampuan untuk berinteraksi dengan segala model orang. Walaupun mungkin, kita tidak bisa menerima sifat-sifatnya. Tetapi paling tidak, kita berusaha untuk mengerti keberadaan dirinya. Mencoba untuk mempelajari, mengapa dia bertingkah seperti itu. Bagaimana latar belakang masa lalunya. Karena bagaimanapun juga, latar belakang masa lalu, punya andil besar untuk membentuk orang menjadi seperti apa adanya hari ini. Sehingga kita mampu bersikap dengan tepat, ketika menghadapi nya.

Mengapa ada orang-orang yang menjadi kecewa dan akhirnya mengundurkan diri dari pelayanan? Karena mereka menuntut, supaya semua orang bersikap seperti yang diinginkannya. Ketika situasi yang dihadapi tidak seperti yang dia inginkan, dia pun lalu menarik diri dari komunitas itu. Kemampuan adaptasi diri yang rendah, mementahkan dirinya dari pergaulan dalam komunitas. Bagaimanapun, kita tidak bisa mengatur semua orang di muka bumi ini, untuk menjadi seperti yang kita inginkan. Jadi, beradaptasilah !

 

Renungan :

Paulus bisa beradaptasi dengan siapa saja. Sehingga dia diterima oleh segala lapisan masyarakat. Adaptasi tidak berarti menjadi seperti mereka. Tetapi mampu mengerti, mengapa mereka bersikap seperti itu.

 

Kemampuan beradaptasi memberikan keindahan dalam warna kehidupan.