Daily Devotion
Orang Aneh

Kisah Rasul 21:27-36; Amsal 11:30

sambil berteriak : ”Hai orang-orang Israel, tolong! Inilah orang yang di mana-mana mengajar semua orang untuk menentang bangsa kita dan menentang hukum Taurat dan tempat ini! Dan sekarang ia membawa orang-orang Yunani pula ke dalam Bait Allah dan menajiskan tempat suci ini!”

(Kisah Rasul 21:28)

 

Paulus sudah hampir tujuh hari berada di Yerusalem, dan keberadaannya ditanggapi secara wajar saja oleh orang Israel. Tetapi, kehebohan justru terjadi, ketika orang-orang Yahudi dari Asia masuk ke Yerusalem. Tiba-tiba saja, mereka berteriak menghasut orang-orang Israel agar menangkap Paulus. Tuduhannya: !@#$%^&*(_+><? (banyak dan terkesan dicari-cari). Kehadiran orang Yahudi dari Asia, ternyata memberikan dampak heboh dan mencekam, di Yerusalem.

Pernahkah kita bertemu dengan orang aneh seperti ini, di dalam gereja ? Tentunya ada orang semacam di dalam setiap gereja atau kelompok persekutuan kecil sekalipun Sebelum dia datang, suasana sorga yang penuh persaudaraan, sepertinya terasa benar, di dalam komunitas tersebut. Tetapi, begitu orang atau kelompok itu muncul, atmosfirnya tiba-tiba terasa berbeda. Suasana sepertinya langsung mencekam, dan penuh dengan kecurigaan. Tetapi, ya... mau diapain lagi? Apakah orang-orang "aneh" semacam ini baiknya "ditendang", ”dibuang, dan ditengking” seperti mengusir roh jahat ? Hmmhhh.... Kalau mau jujur sih...... Tapi. kejujuran yang diharapkan bukanlah kejujuran hati nurani, melainkan kejujuran yang sesuai dengan kebenaran Firman Tuhan Walaupun terkadang itu berarti harus berperang, dengan suasana batin kita sendiri.

Jadi, terimalah orang atau kelompok orang "aneh” tersebut, sebagai "sparing partner" untuk melatih kasih dan penguasaan diri. Perkuat terus kekuatan untuk mengenali diri sendiri. Jangan biarkan "orang aneh” itu mengendalikan emosi kita, dengan cara menjadikan kita jengkel. Jangan berusaha mengubah orang "aneh", kecuali dia meminta bantuan untuk itu. Lebih baik mengalihkan perhatian dari pikiran tentang orang tersebut. Sehingga, kita tidak kehilangan damai sejahtera. kita pun akhirnya muncul menjadi pribadi yang tangguh, dan terlatih menghadapi banyak orang, dengan berbagai karakter di sekitar kita.

 

Renungan :

Jhon Donne, seorang penyair, pernah menulis bahwa, "tak seorangpun dapat hidup bagaikan pulau di tengah laut" Jadi, latihlah terus kemampuan diri, menghadapi orang atau situasi, yang membuat kita merasa tidak nyaman. 

 

Orang aneh di dalam Gereja adalah pelatih terbaik kedewasaan rohani kita.