Renungan Harian
Prioritaskan Dengan Benar

Kisah Rasul 5:26-42; Keluaran 20:3

Tetapi Petrus dan rasul-rasul itu menjawab, katanya: "Kita harus lebih taat kepada Allah dari pada kepada manusia. 

(Kisah Rasul 5:29)

 

Kata "prioritas" dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia,

berarti "yang didahulukan dan diutamakan dari pada yang lain". Setelah kita bertobat dan masuk ke dalam Kerajaan Allah, maka kita harus bisa menempatkan prioritas dengan benar di dalam kehidupan kita. Allah sendiri yang mengajarkan kepada kita tentang prioritas itu: "Jangan ada padamu allah lain di hadapanKu" (Keluaran 20:3). Ayat ini secara jelas mencerminkan bagaimana Allah menuntut prioritas manusia hanya kepadaNya dan tidak kepada siapapun di luar diriNya.

Apa yang harus kita pahami mengenai prioritas ? 

- Prioritas kepada Allah menuntut keberanian dan pengorbanan. Hal itu pula yang dilakukan oleh wanita yang mengurapi kaki Yesus (Yohanes 12:3). Untuk memperoleh pengampunan ia harus melawan tata krama dan adat isitiadat yang melarang wanita bergaul dengan pria di tempat umum. 

- Prioritas kepada Allah bukan hanya pada niat, tetapi juga pada pelaksanaan. Dalam "perumpamaan tentang dua orang anak”, yang seorang anak mulanya menolak perintah itu, tetapi selanjutnya menyesal lalu melakukan, tetapi seorang lagi berkata “ya” namun tidak mau mengerjakan. Prioritas harus dilaksanakan. 

- Prioritas kepada Allah memerlukan disiplin. Yesus tahu bagaimana la menempatkan prioritas untuk bersekutu dengan BapaNya (Markus 1:35). Dan la juga tunduk sepenuhnya kepada perintah Bapa (Yohanes 2:4). 

- Prioritas kepada Allah perlu diterjemahkan secara berimbang. Prioritas kepada Allah tidak berarti menggeser prioritas kita yang lain, misalnya: Kasus memberi persembahan pada Allah tetapi masih berseteru (Matius 5:23-26); Kasus Hari Sabat (Matius 12:1-13); Kasus Membayar Pajak Kepada Kaisar (Matius 22:15-22); Kasus Orang Samaria Yang Baik Hati (Lukas 10:25-370; Kasus Pelayanan Diakonia dalam Kisah Para Rasul (Kisah Rasul 6:1-7).

 

Renungan :

Hubungan dengan Allah adalah prioritas segalanya, setelah itu baru keluarga dan disusul dengan pelayanan. Jadi pelayanan itu ditempatkan setelah keluarga. Jangan salah mengerti. Pelayanan itu penting tetapi Allah lebih senang melihat kita berbahagia bersama keluarga kita.

 

Kesalahan menempatkan prioritas dapat berakibat fatal.