Renungan Harian
Wujud Kasih

Yohanes 15:9-17; Amsal 17:17

”Inilah perintah-Ku, yaitu supaya kamu saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu. Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya.”

(Yohanes 15:12,13)

Banyak cara guna mengungkapkan kasih kita kepada seseorang yang kita kasihi. Tentu kesemuanya itu memerlukan pengorbanan. Demikian juga dengan Tuhan kita. Dalam Ayat 16 dikatakan, "Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu."

Kasih Tuhan tidak dapat kita ragukan lagi. Di dunia ini tidak pernah kita jumpai ada orang yang mau menanggung hukuman atas kesalahan orang lain. Berbeda dengan apa yang dilakukan Tuhan Yesus. la dari sorga mau turun ke dunia dan menanggalkan keillahiannya hanya demi kita, yakni orang-orang yang berdosa. la lahir di kandang yang hina, bahkan sampai mati di kayu salib, hanya demi menanggung dosa kita. Kita melihat betapa besar pengorbanan Tuhan untuk kita. Pertanyaan penting buat kita adalah: "Apa yang sudah kita korbankan buat Tuhan kita?”

Ada dua pengertian tentang berkorban:

Pertama, memberi sampai merasa sakit atau menderita. Korban yang demikian itu “menyakitkan” dari segi fisik manusia/daging. Jika kita memberikan sesuatu dari berkelimpahan kita, maka itu tidak dapat dikatakan sebagai korban yang "menyakitkan”. Namun apabila kita memberi pada saat kita sendiri kekurangan, maka itulah yang dinamakan dengan korban sejati.

Kedua, memberi tanpa mengharapkan imbalan. Tuhan melihat motivasi kita dalam memberikan sesuatu. Prinsip yang salah ialah apabila kita memiliki pengertian tentang "memberi" itu hanya agar mendapat imbalan yang lebih banyak dari apa yang telah kita berikan. Kalau demikian itu artinya berpamrih dan bermotivasi tidak lurus. Tetapi mari kita memberi atas dasar mengasihi Tuhan.

 

Renungan :

Mari kita belajar dari kasih Tuhan kita Yesus. Bagaimana la menyatakan kasihNya kepada kita yang berdosa dengan cara mengorbankan diriNya bagi mereka yang berdosa. Mereka yang berdosa seharusnya menerima hukuman. Tetapi karena pengorbananNya, kita mendapatkan pengampunan dan kita diselamatkan karena anugerahNya.

 

Kasih yang berpamrih tidak akan mendapatkan pujian dari Tuhan.