Renungan Harian
Membuktikan Kasih Dengan Perbuatan

Yohanes 14:15-17; Mazmur 119:97

”Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku.”

(Yohanes 14:15)

Semua orang pasti merasa senang dengan kata “kasih”. Sebab, pada dasarnya manusia ingin dikasihi. Mengasihi bukan sekedar untuk diucapkan semata, akan tetapi dalam kasih itu harus ada wujud nyata atau dalam bentuk perbuatan. Ayat 15 mengatakan

: "Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintahKu.”

Firman itu membutuhkan tanggapan positif kita, yaitu kita harus berkata “Ya” terhadap firman Tuhan. Sebagai bukti bahwa kita mengasihi Tuhan, maka kita harus melakukan perintah Tuhan. Seringkali banyak alasan kita untuk tidak melakukan Firman Tuhan, dan banyak hal untuk membenarkan alasan kita itu. Alasan yang sering kita ungkapkan adalah, "Kita kan manusia yang penuh dengan kelemahan?!”

Tuhan tidak membutuhkan alasan kita yang mengatakan "bisa ataukah tidak saya mematuhi Firman Tuhan”, namun yang penting adalah apakah "mau ataukah tidak” untuk melakukan segala perintah Tuhan. Tuhan tahu akan kelemahan kita. Tuhan menyadari, bahwa kekuatan kita terbatas untuk melakukan firman Tuhan. Ayat 16 menjadi solusi bagi kita. Keterbatasan kita terselesaikan dengan cara Tuhan memberikan Penolong lain, yaitu Roh KudusNya untuk menyertai kita, sehingga kita tidak sendiri dan tidak dibiarkan seperti yatim piatu.

Roh Kudus adalah pribadi Allah sendiri. Waktu la naik ke sorga Dia berjanji untuk memberikan Penolong. Roh Kudus tidak dapat dibatasi dengan apa saja, baik waktu maupun ruang, kecuali kita tidak berserah kepadaNya dan tidak tunduk kepadaNya.

 

Renungan :

Roh Kudus yang tidak terbatas itu berjanji menyertai kita, sehingga tidak ada alasan untuk tidak melakukan segala perintah Allah. Kita pasti diberikan kekuatan untuk melakukan perintah Tuhan. Bukankah Tuhan tidak akan memberikan perintah yang sekiranya kita sendiri tidak mampu lakukan alias di luar kemampuan kita?

 

Roh Kudus adalah Penolong kita yang terhebat dan tiada duanya.