Daily Devotion
Raja Damai

Yohanes 12:12-19; Zakharia 9:9

Yesus menemukan seekor keledai muda lalu Ia naik ke atasnya, seperti ada tertulis : ”Jangan takut, hai puteri Sion, lihatlah, Rajamu datang, duduk di atas seekor anak keledai.”

(Yohanes 12:14,15)

Apakah motif penduduk Yerusalem bergembira dan menyambut dengan sukacita kedatangan Yesus ke kota Yerusalem ? Mungkin mereka membayangkan bahwa Tuhan Yesus datang ke kota Yerusalem sebagai seorang pemimpin politik yang akan membebaskan mereka dari penjajahan bangsa Romawi. Bukankah Tuhan Yesus telah menyatakan berbagai mujizat yang luar biasa ? Padahal maksud nubuat dari Zakharia 9:9 itu agar penduduk kota Yerusalem menyambut Mesias yang menyatakan keadilan dan menghadirkan kasih Allah yang lemah-lembut.

Keempat Injil mencatat kisah masuknya Tuhan Yesus ke kota Yerusalem secara mencolok di hadapan publik. Dia tidak datang ke kota Yerusalem dengan cara berjalan kaki. Tetapi Tuhan Yesus secara sengaja memilih untuk naik keledai melewati jalan-jalan utama kota Yerusalem.

Injil Markus mencatat bahwa keledai tersebut adalah seekor keledai muda yang belum pernah ditunggangi orang. Bilangan 19:2 menjelaskan maksud penggunaan keledai atau lembu yang belum pernah ditunggangi orang pada prinsipnya untuk menunjuk suatu acara yang suci. Allah berfirman kepada Musa dan Harun: "Katakanlah kepada orang Israel, supaya mereka membawa kepadamu seekor lembu betina merah yang tidak bercela, yang tidak ada cacatnya dan yang belum pernah kena kuk". Ini berarti keledai muda yang belum pernah digunakan orang secara sengaja dipakai oleh Tuhan Yesus untuk menyatakan bahwa kedatanganNya ke kota Yerusalem untuk menunjuk kepada sesuatu yang suci. Dialah Mesias, Sang Raja Damai. Karena itu Tuhan Yesus tidak datang dengan menggunakan kuda sebagai simbol seorang raja atau panglima perang memasuki kota yang berhasil direbutnya. Tuhan Yesus datang ke kota Yerusalem untuk memenuhi nubuatan nabi Zakharia (Zakharia 9:9). Jadi dengan menggunakan keledai beban yang muda, Tuhan Yesus mau menyatakan diriNya di depan khalayak ramai bahwa kedatanganNya adalah untuk menciptakan damai sejahtera.  

 

Renungan :

Yesus telah ditentukan oleh Allah untuk mewujudkan keadilan dan kasihNya yang lemah lembut, dan bukannya kuasa yang menindas dan merebut hak milik orang lain sebagaimana yang dilakukan oleh penguasa dan pemerintah dunia.

 

Siapa mengasihi Yesus, pasti mencintai damai sejahtera.