Daily Devotion
Cari Selamat

Yohanes 12:20-36; Yesaya 53:3

Sekarang jiwa-Ku terharu dan apakah yang akan Kukatakan? Bapa, selamatkanlah Aku dari saat ini? Tidak, sebab untuk itulah Aku datang ke dalam saat ini.  . . . "

(Yohanes 12:27-28)

Sebuah majalah rohani pernah mengadakan survei dengan responden para mahasiswa, dari berbagai perguruan tinggi theologia. Hasil survei ternyata cukup mengejutkan. Karena, sebagian besar responden ternyata lebih memilih menjadi guru dan pegawai setelah lulus nanti daripada menjadi seorang Hamba Tuhan.  

Sebuah survei lainnya menunjukkan bahwa, sebagian besar siswa Sekolah Alkitab lebih menjadikan kota-kota besar sebagai tempat impiannya untuk melayani Tuhan setelah lulus nanti. Hanya sedikit sekali yang ingin melayani di desa-desa. Bahkan siswa yang berasal dari desa pun kurang tertarik untuk kembali melayani di desa.  

Pengamatan dari beberapa kasus yang terjadi di berbagai gereja menunjukkan, bahwa jemaat dan para pengerjanya akan cenderung meninggalkan gereja yang dianggap sudah mulai goyah, daripada bersatupadu untuk mempertahankannya. Mereka beranggapan, lebih baik melompat menyelamatkan diri, ketika kapal sudah mulai karam diterpa ombak.  

Dimuliakan di bumi dan mendapatkan mahkota di Sorga. Wow...semua orang percaya pasti menginginkan hal tersebut. Namun ternyata, tidak banyak orang yang siap membayar harga untuk kemuliaan tersebut. Kebanyakan calon penerima kemuliaan dan mahkota, cenderung menyelamatkan diri, justru ketika ujian terhadap calon penerima kemuliaan itu baru akan dimulai.

Kemuliaan selalu berkaitan erat dengan tanggungjawab. Orang yang selalu mau mencari selamat untuk diri sendiri, cenderung tidak bertanggungjawab. Dia akan menyalahkan orang lain untuk setiap kegagalan. Sebaliknya, dia selalu mengingatkan orang akan peran dirinya untuk setiap keberhasilan. Manusia mungkin bisa dikelabui. Tapi bisakah kita mengelabui Tuhan?

 

Renungan :

Tanggungjawab adalah harga yang pantas untuk setiap kemuliaan yang diinginkan. Jangan mimpi mendapat kemuliaan, jika hanya mencari selamat saja tanpa tanggungjawab. 

 

Orang-orang yang suka mencari selamat untuk diri sendiri bukanlah penerima kemuliaan yang utama di bumi dan di surga.