Daily Devotion
Keadilan Dicampakkan

Lukas 23:13-25; Pengkhotbah 3:16

Kata Pilatus untuk ketiga kalinya kepada mereka: "Kejahatan apa yang sebenarnya telah dilakukan orang ini? Tidak ada suatu kesalahanpun yang kudapati pada-Nya, yang setimpal dengan hukuman mati. Jadi aku akan menghajar Dia, lalu melepaskan-Nya."

(Lukas 23:22)

 

Terdapat suatu ungkapan: "Kebenaran dicampakkan, keadilan dibusukkan.” Itulah keadaan dunia yang sebenarnya. Kalau kita perhatikan melalui berbagai media massa, maka kita temukan peristiwa-peristiwa yang menunjukkan adanya ketidakadilan dalam kehidupan ini. Berapa banyak kasus yang terjadi, di mana mereka yang melakukan kejahatan justru terbebas dari konsekuensi yang harus mereka tanggung, sedangkan yang tidak bersalah justru bisa masuk di dalam terali besi. Tidak jarang pula orang-orang yang mengaku dirinya kaum intelektual, justru gemar memutarbalikkan fakta demi ambisi atau menutupi kesalahan mereka. Firman Tuhan berkata, ”Manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang. Mereka akan membual dan menyombongkan diri, mereka akan menjadi pemfitnah, mereka akan berontak terhadap orang tua dan tidak tahu berterima kasih, tidak mempedulikan agama....." (2 Timotius 3:2).

Demikianlah keadaan manusia yang begitu bertolak belakang dari kehendak Tuhan. Mereka berusaha menentang kebenaran dan berpihak pada kejahatan. Keadaan seperti itu telah terjadi sejak jaman Tuhan Yesus, di mana Yesus adalah pribadi yang sempurna, namun diperlakukan seperti manusia yang terkutuk.

Dari sekian banyak kebaikan dan kasih Kristus yang telah diberikan kepada mereka, justru dibalas dengan kejahatan. Mereka yang sakit telah disembuhkan, yang buta dicelikkan, yang tuli mendengar, yang lumpuh disembuhkan, yang terbelenggu dibebaskan, bahkan yang mati dibangkitkan. Tetapi justru mereka berteriak: "Salibkan Dia, salibkan Dia.”

 

Renungan :

Saudara, berapa banyak di antara kita secara tidak sadar telah "menyalibkan” Yesus yang kedua kalinya dengan tindakan dan perilaku kita yang tidak berkenan bagi Tuhan? Oleh sebab itu, sadarilah bahwa kasih Kristus sungguh luar biasa atas kehidupan kita. Janganlah kita memberontak dari kehendak Tuhan. Percayalah, bahwa segala sesuatu yang diperintahkan kepada kita akan membawa hidup dalam kebenaran. Apabila kita menyadari akan hal itu dan mengaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari, maka damai sejahtera yang melampaui segala akal akan memelihara kita sampai kedatanganNya yang kedua kalinya. Dan persiapkanlah dirimu sebelum kita menghadap tahta pengadilan Allah.

 

Hanya di dalam Yesus ada keadilan.