Daily Devotion
Percaya = Hidup

Lukas 22:63-71; Bilangan 14:11

Katanya : ”Jikalau Engkau adalah Mesias, katakanlah kepada kami.” Jawab Yesus: ”Sekalipun Aku mengatakannya kepada kamu, namun kamu tidak akan percaya”

(Lukas 22:67)

 

Sayang sekali kalau setiap orang yang mengenal dan bergaul dengan Tuhan Yesus serta mengalami banyak mujizat di dalam hidupnya, namun harus kembali menjadi orang yang tidak percaya kepada Tuhan Yesus. Terlebih lagi, mereka tidak percaya atas keselamatan yang telah dijaminkan oleh Tuhan Yesus (Ibrani 7:22). Tetapi kebanyakan orang telah memilih jalan keselamatannya sendiri. Memang, Allah Bapa di dalam Tuhan Yesus tidak pernah memaksakan kehendakNya. Allah kita bukan Allah yang otoriter!

Setiap manusia diciptakan oleh Allah Bapa dan keinginan Allah Bapa adalah setiap orang itu mau sujud menyembah hanya kepadaNya saja, tidak kepada allah lain. Bahkan di dalam kitab Kejadian, Abram taat kepada Allah Bapa, sehingga mau mempersembahkan Ishak. Tetapi Tuhan Allah melihat kesetiaan dan ketaatan Abram, sehingga Tuhan Allah memberikan binatang sebagai ganti Ishak. Ingat, bukan Ishak yang dipersembahkan kepada Allah Bapa, tetapi binatang yang disediakan oleh Tuhan Allah. Sejak saat itu hingga kini, banyak orang yang salah dalam menafsirkan hal persembahan itu. Bahkan kitab Imamat 18:21 dengan jelas menyatakan, bahwa beberapa orang yang mau mempersembahkan anaknya sendiri sebagai persembahan kepada Molokh, dewa yang diagungkan oleh bangsa-bangsa yang ikut-ikutan mempersembahkan seperti Abraham.

Tetapi apa yang telah dilakukan itu malah membuat hati Tuhan Allah seperti diiris-iris. Bagaimana tidak? Anak yang dipercayakan Tuhan Allah kepada kita, malah kita bunuh dengan tangan kita sendiri, hanya karena sepiring nasi. Hati manusia itu penuh dengan rancangan jahat, padahal Tuhan Allah menciptakan kita bukan untuk melakukan kejahatan, dan Tuhan Allah tidak pernah merancangkan kecelakaan dalam kehidupan setiap manusia. Tetapi justru manusianya sendiri yang mencari celaka.

Tetapi tidak demikian halnya dengan Allah kita. Dia mempersembahkan Tuhan Yesus Kristus kepada kita, agar barangsiapa yang percaya kepadaNya akan memperoleh hidup yang kekal, bukan kematian yang kekal. Betapa indahnya jika kita mendapatkan hidup yang kekal kalau kita tetap berada di dalam Tuhan Yesus Kristus.

 

Renungan :

Kalau ada yang mudah, kenapa memilih yang sulit. Kalau ada yang memberikan hidup kekal, kenapa kita tidak memilihnya? Mau hidup? Pilih Tuhan Yesus. 

 

Hanya di dalam Yesus ada kehidupan kekal.