Renungan Harian
Menjadi Batu Yang Kokoh

Lukas 22:54-62; Yesaya 40:8

Lalu berpalinglah Tuhan memandang Petrus. Maka teringatlah Petrus bahwa Tuhan telah berkata kepadanya: "Sebelum ayam berkokok pada hari ini, engkau telah tiga kali menyangkal Aku."

(Lukas 22:61)

 

Perjumpaan pertama kali Petrus dengan Yesus adalah ketika Andreas, saudaranya, membawanya kepada Yesus (Yohanes 1:41, 42). Tetapi saat itu Yesus langsung "merevisi” namanya, Simon (= lalang yang mudah berubah mengikuti angin), kepada nama Kefas yang artinya Petrus (a rock or stone).

Walaupun Petrus telah mendapatkan perkataan Yesus yang disimpan di dalam hidupnya, karakter dan sifat Petrus tidak langsung berubah seketika itu juga menjadi batu karang. Ada proses yang harus dilalui Petrus.

Dalam proses itu Petrus masih menunjukkan sifat ”lalangnya” dengan perkataan-perkataan yang keluar dari mulutnya (Matius 17). Lalu di dalam Matius 16:15, Yesus bertanya kepada Petrus: "Siapakah Aku ini?", ia menjawabNya: "Engkau adalah Mesias, anak Allah yang hidup!”. Yesus melihat karakter batu karang Petrus dan memujinya, kataNya: "Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan ini kepadamu, melainkan BapaKu yang di sorga.” Namun Petrus masih terus mengalami proses perubahan, di ayat-ayat selanjutnya, Yesus berkata kepada Petrus: “Enyalah iblis. Engkau suatu batu sandungan bagiKu, sebab engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan manusia” (ayat ke-23).

Kita juga ingat di mana Petrus mengikuti Yesus berjalan di atas air, dan di tengah-tengah Petrus mulai tenggelam. Sifat ”lalang di dalam Petrus masih berkuasa di dalam hidupnya. Lalu di taman Getsemani. Petrus malah tertidur di saat Yesus memerlukannya untuk berjaga-jaga.

Namun yang paling parah adalah ketika Petrus menyangkali Gurunya sendiri. Tetapi apa yang Tuhan taruh dalam diri Petrus tidaklah sia-sia. Di dalam kelemahan-kelemahan Petrus itu Tuhan menyatakan karyaNya. Karena itulah setelah Yesus bangkit dari kematian, malaikat Tuhan menampakkan diri dan berkata kepada para wanita: "katakanlah kepada murid-muridNya dan KEPADA PETRUS..." (Markus 16: 7). Apa yang Tuhan lakukan disini? la menjaga perkataan yang telah la simpan kedalam hidup Petrus.

Akhirnya apa yang Tuhan firmankan digenapi. Setelah Petrus mengalami baptisan Roh Kudus, ia menjadi batu yang kokoh dan Alkitab menyatakan Petrus berkhotbah, maka 3000 jiwa bertobat! Petrus menunjukkan karakter batu karangnya yang teguh! 

 

Renungan :

Percayalah bahwa Tuhan akan menjaga dan memelihara apa yang telah la taruh di dalam hidup kita masing-masing. Meskipun kadangkala kita merasa berat, tetapi Tuhan tetap menepati janjiNya.

 

Rencana Tu-han pasti digenapi bagi orang yang berserah penuh kepadaNya.