Daily Devotion
KasihNya Luar Biasa

Lukas 22:47-53; Mazmur 34:14

Tetapi Yesus berkata: "Sudahlah itu." Lalu Ia menjamah telinga orang itu dan menyembuhkannya.

(Lukas 22:51)

Saat Yesus bersama-sama murid-murid sedang duduk berbicara, datanglah Yudas dengan rombongan yang hendak menangkap Yesus. Dengan memberi ”cium kematian” kepada Yesus, maka majulah rombongan orang yang disertai oleh para imam besar untuk menangkap Yesus. Sebagai murid Yesus, apabila timbul keadaan seperti saat itu, maka sewajarnya kita akan bertindak sama seperti para murid Yesus saat itu, yakni mencoba melindungiNya. Sebab keselamatan jiwa Sang Guru sedang terancam! Namun sebenarnya mereka belum mengetahui apa sebenarnya di balik rencana Allah kepada setiap orang percaya. Kadang kala kita tidak menyadari, apa yang hendak dilakukan Allah kepada kita, akan tetapi dengan sikap “percaya saja”, maka kita pasti mendapatkan yang terbaik dari Allah (Markus 5:36, Lukas 8:50).

Pada kejadian penangkapan Tuhan Yesus yang dilakukan oleh rombongan Yudas dan imam besar, terdapat seorang hamba dari imam itu yang bernama

Malkhus yang menjadi korban pedang Simon Petrus. Malkhus tidak mengerti tujuan dari semua itu, karena dia hanya ikut-ikutan saja, tetapi kejadian itu tidak menghindarkannya sebagai salah orang pengikut orang berdosa. Sebab, dosa dari perbuatan kelompok juga adalah dosa pengikutnya. Itulah dosa pengikut. Malkhus menerima “upahnya", dimana telinga kanannya ditebas dengan padang.

Meskipun Malkhus orang berdosa sekalipun, namun Tuhan Yesus memiliki belas kasihan kepadanya, maka dia mendapatkan kesempatan untuk mendapatkan mujizat dari Tuhan Yesus. Mungkin dalam hati Malkhus bergumam, “Sungguh Dialah Sang Juru Selamat itu? Aku salah karena aku ikut-ikutan!” Mungkin itu penyesalan dari Malkhus.

Kita semua harus selalu ingat akan Firman Tuhan yang berbunyi, "Katakanlah kepada mereka: Demi Aku yang hidup, demikianlah firman Tuhan ALLAH, Aku tidak berkenan kepada kematian orang fasik, melainkan Aku berkenan kepada pertobatan orang fasik itu dari kelakuannya supaya ia hidup. Bertobatlah, bertobatlah dari hidupmu yang jahat itu! Mengapakah kamu akan mati, hai kaum Israel” (Yehezkiel 33:11)? Jadi jika Firman Tuhan yang berkata demikian, maka kita jangan mencari kematian. Carilah kehidupan kekal yang hanya terdapat di dalam Yesus Kristus Tuhan kita.

 

Renungan : 

Kemurahandan belas kasihan Tuhan Yesus, janganlah disia-siakan. Kalau kita sedang berada di jalan yang salah, segeralah kembali kepadaNya. Jangan tunggu sampai esok. Alamilah mukjizatNya yang membuat kita hidup.

 

Keselamatan adalah pengalaman rohani yang luar biasa.