Renungan Harian
Getsemani

Lukas 22:39-46; Mazmur 59:4

"Ya Bapa-Ku, jikalau Engkau mau, ambillah cawan ini dari pada-Ku; tetapi bukanlah kehendak-Ku, melainkan kehendak-Mulah yang terjadi."

(Lukas 22:42)

 

Tidak ada orang yang lepas dari persoalan hidup. Tanpa diundang persoalan tetap datang dalam hidup kita, terkadang datangnya bukan seperti pengintai tetapi seperti barisan batalion, artinya masalah satu belum selesai sudah datang masalah yang baru. Tuhan kita, Yesus Kristus juga pernah mengalami problem besar sebelum Dia diserahkan kepada mahkamah agama dan berakhir di Kalvari. Ada tiga hal yang dapat kita pelajari dalam peristiwa Getsemani yang dapat digambarkan sebagai : Taman Pergumulan, Taman Doa, dan Taman Penyerahan. 

Taman Pergumulan. Saat kita mengalami berbagai pergumulan atau persoalan. Disitulah taman Getsemani kita. Seperti halnya saat Tuhan Yesus mengalami pergumulan yang berat dalam hidupnya. Dia tahu kalau akan ditangkap dan diserahkan kepada mahkamah agama dan berakhir di kalvari. Dia sebagai Allah 100% dan sebagai manusia 100%. Sebagai manusia 100% tentunya ia juga merasakan apa yang pernah kita rasakan, merasakan sakit, sedih, takut, dan sebagainya. Sama seperti kita kalau kita banyak mengalami pergumulan itu hal yang normal, selama kita hidup pasti kita mengalami serangkaian pergumulan hidup.

Taman Doa. Ada satu hal yang dapat kita teladani dari Tuhan kita waktu menghadapi pergumulan. la datang kepada BAPA. Doa tidak lepas dari kehidupan anak-anak Tuhan, sebab doa adalah nafas hidup orang percaya. Kalau kita mau melihat mujizat jangan kita lepas dari doa-doa kita kepada Tuhan. Mengapa kita berdoa? Karena kita terbatas, sementara kuasa Tuhan tidak terbatas, jadi waktu kita berdoa sesungguhnya kita melekat dengan kuasa yang tidak terbatas yang sanggup melakukan segala perkara. Kalau Tuhan Yesus tidak bisa terlepas dari BAPA. kita sebagai umatNya harus meneladani Tuhan Yesus yaitu melekat kepada Tuhan.

Taman Penyerahan. Tuhan Yesus mengulangi doa yang sama di Taman Getsemani yaitu "bukan kehendakKu, tetapi kehendakMu yang terjadi.” Itu artinya Tuhan Yesus dalam melakukan segala hal sesuai dengan kehendak BAPA di sorga. Kehendak kita dengan kehendak Allah sangat berlawanan. Pada dasarnya manusia tidak suka dengan penderitaan, tetapi kalau hal itu terjadi dalam hidup kita, marilah kita mengerti bahwa ada Tuhan di setiap persoalan yang kita hadapi.

 

Renungan :

Tuhan Yesus tidak pernah takut dengan persoalan, bahkan maut sekalipun. la tetap menghadapi persoalan tersebut dengan cara pandang Ilahi. Persoalan bukan untuk dihindari tetapi untuk dihadapi.

 

Jangan menjauhi Getsemani karena di situlah awal dari segala kemenangan.