Daily Devotion
Jangan Mencari Kambing Hitam

Lukas 18:9-14; Kejadian 3:11-13

Tetapi pemungut cukai itu berdiri jauh-jauh, bahkan ia tidak berani menengadah ke langit, melainkan ia memukul diri dan berkata: Ya Allah, kasihanilah aku orang berdosa ini.

(Lukas 18:13)

Beberapa tahun lalu terjadi kasus pemukulan oleh polisi Malaysia terhadap seorang wasit karateka asal Indonesia. Dan ini menimbulkan kemarahan bangsa Indonesia. Demonstrasi terjadi di mana-mana. Tujuannya satu: mereka menuntut pemerintah Malaysia meminta maaf. Tetapi meskipun cuma permintaan maaf saja, namun tidak segera direspons oleh pemerintah Malaysia. Karena demonstrasi semakin luas, akhirnya permintaan maaf disampaikan juga.

Begitu susahkah berkata "maaf"? Begitu sulitkah seseorang mengakui kesalahannya?

Manusia memang paling susah untuk bilang "maaf" dan dengan rendah hati mau mengakui kesalahannya. Karena itu binatang yang paling dicari orang saat ini adalah "kambing hitam." Orang senang dengan binatang ini karena pada dasarnya ia tidak mau bertanggung jawab dengan segala hal yang telah dibuatnya. Bukankah ketika manusia jatuh di dalam dosa, Adam yang ditanyai Allah terlebih dahulu tidak mau mengakui kesalahannya, bahkan melemparkan kesalahan itu kepada Hawa? Dan bukankah Hawa Juga mencari ‘kambing hitam’ dan melemparkan tanggung jawab kepada si ular (Kejadian 3:11-13)? Itulah sifat manusia sampai sekarang!

Gara-gara tidak mau berkata "maaf" orang Farisi dalam perumpamaan di atas tidak dapat menerima pemulihan. Tuhan rindu untuk membenarkan orang itu, tetapi kesombongan dan keangkuhannya telah menghalangii Tuhan untuk mengampuni dan memberkatinya.

Saudara, kalau kita mau mengakui kesalahan dan tidak melemparkannya kepada orang lain, Tuhan akan bekerja dalam hidup dan memulihkan hidup kita. Mengapa doa kita yang dinaikkan siang dan malam tidak membawa hasil dalam hidup kita? Sebab kita merasa diri benar. Sebab kita selalu saja mencari orang lain yang bisa disalahkan. Tangan kita terkadang masih menuding istri, anak-anak kita, bos kita, teman kita, dan orang-orang yang bisa dijadikan "kambing hitam."

 

Renungan :

Mengapa kita tidak jujur saja dan mengakui dosa-dosa kita? Mengapa kita tidak saja berlutut memohon pengampunan kepada Tuhan? Kalau kita lakukan itu, pemulihan akan terjadi dalam hidup kita.

 

Pengakuan adalah kunci kepada pemulihan.