Renungan Harian
Bapa Yang Mengampuni

Lukas 15:11-32; Mikha 7:19

”Maka bangkitlah ia dan pergi kepada bapanya. Ketika ia masih jauh, ayahnya telah melihatnya, lalu tergeraklah hatinya oleh belas kasihan. Ayahnya itu berlari mendapatkan dia lalu merangkul dan mencium dia.”

(Lukas 15:20)

Ketika seseorang melakukan kesalahan, tanpa sadar orang tersebut semakin menjauh dari Tuhan. Saat ingin mendekat kembali kepada Tuhan Yesus, banyak faktor yang terkadang membuat orang tersebut merasa tidak layak untuk menerima pengampunanNya. Faktor yang terutama adalah intimidasi dari si jahat. Ketika orang tersebut tahu bahwa dia bersalah dan mendukakan hati Tuhan, dan pada suatu titik ingin berbalik kepada Tuhan, terkadang suara si jahat lebih kencang mengatakan bahwa seseorang tidak layak untuk menerima pengampunanNya. Hal ini yang membuat orang tersebut batal untuk berbalik kepada Tuhan. Faktor yang lainnya adalah kedagingan kita yang lebih kuat, sehingga banyak sekali godaan yang membuat kita enggan untuk meninggalkan dosa-dosa kita.

Untuk melawan segala pengganggu tersebut, perlu ada keyakinan bahwa Allah tidak pernah menolak permohonan pengampunan kita. Jangan pernah membayangkan gambaran Bapa yang senang menghukum kita, karena Bapa kita adalah Bapa yang penuh kasih dan sayang. Kalau toh ada didikan, itu artinya Bapa sayang kepada kita.

Dalam kehidupan kita, seringkali kita secara sadar ataupun tidak sadar melakukan hal-hal yang tidak menyenangkan hati Tuhan. Saat kondisi tersebut, sangatlah berat untuk kembali dikarenakan rasa berdosa yang selalu terus menerus membebani kita. Namun hal yang patut kita ketahui adalah Bapa yang di sorga sedang menanti kita untuk pulang atau kembali, apapun kondisi kita. Karena Dia yang selalu menanti-nantikan kita adalah Bapa yang penuh belas kasihan. Tanggalkan segala dosa yang ada dalam kehidupan kita, segera dapati Dia yang menunggu kita pulang, dan rasakan pemulihan dalam hidup kita.

Lihatlah bagaimana keadaan si bungsu dalam perumpamaan di atas. Si bungsu yang telah berfoya-foya dan yang telah mendukakan hati bapanya, namun dia rindu untuk pulang. Adakah bapak di dunia ini yang menolak anaknya kembali? Mungkin ada, tetapi Bapa di surga selalu rindu supaya kita kembali lagi ke rumah dan menikmati lagi kehangatan kasih sayang Bapa.

 

Renungan :

Pintu pertobatan itu masih terbuka. Dan pengampunan itu masih tersedia hingga kini. Biarlah orang yang telah meninggalkan Tuhan kembali lagi ke rumah Bapanya dan berkata, “Ampunilah aku, Bapa."

 

Pengampunan Allah masih lebih besar dari kesalahan kita.