Daily Devotion
Asal Usul Yesus

Lukas 3:23-38; Yesaya 9:5

Ketika Yesus memulai pekerjaan-Nya, Ia berumur kira-kira tiga puluh tahun dan menurut anggapan orang, Ia adalah anak Yusuf, anak Eli, . . . . anak Enos, anak Set, anak Adam, anak Allah.

(Lukas 3:23, 38)

Pengakuan terhadap Tuhan Yesus sebagai anak Allah adalah suatu hal yang di hari-hari ini digencarkan oleh gereja-gereja Tuhan. Bagaimana asal-usul Tuhan Yesus, saat lahir dan siapa bapak-Nya yang bernama Yusuf atau ibu-Nya yang bernama Maria, terkadang seringkali membuat orang-orang yang belum mengenal Dia merasa bahwa kenapa Yesus yang lahir dari keturunan Adam, yang secara langsung adalah Anak yang dilahirkan oleh Yusuf dan Maria, adalah seorang yang disembah oleh umat Kristen? Untuk itulah, umat Tuhan saat ini memperkenalkan sosok Tuhan dan Juruselamat itu. Saat Tuhan Yesus menyuruh murid-murid-Nya untuk pergi dan memberitakan Injil, hal yang sama berlaku pula untuk umat Tuhan yang lainnya. Termasuk kita. Pengenalan tentang Tuhan Yesus sebagai Juruselamat adalah hal yang penting untuk diberitakan kepada saudara-saudara kita yang belum mengenal Dia.

Saat pemberitaan tentang Tuhan Yesus adalah anak Allah yang hidup, mungkin akan banyak orang yang menyangkalnya. Akan banyak yang mencela kita, bahkan akan banyak pula yang mencela Tuhan kita, namun Tuhan Yesus sendirilah menginginkan kita, bahwa itulah kita dipanggil. Yesus ialah anak Allah yang datang sebagai pribadi guna menyelamatkan umat manusia. Apakah kabar baik itu sudah tersebar ke seluruh penjuru dunia? Dengan teguh dalam pemberitaan kabar baik tersebut, berarti tetap berpegang tentang kerinduan Tuhan sebagai kerinduan kita juga. Jangan pernah mengabaikan orang yang belum mengenal Tuhan Yesus. Jangkau mereka dan bawa mereka untuk mengenal Dia - untuk memperkenalkan kepada sosok pribadi yang tak akan pernah mereka dapatkan dari orang atau tempat lain.

Dalam pemberitaan mengenai Tuhan Yesus, banyak metode yang dapat dilakukan. Tidak hanya secara langsung menginjili, namun bisa juga dengan sikap hidup kita yang benar dan mencerminkan Tuhan Yesus.

 

Renungan :

Marilah kita menjaga sikap hati kita agar selalu benar di hadapan-Nya. Minta bantuan Roh Kudus untuk dapat menuntun kita kepada sikap hati yang menyenangkan hati-Nya. Karena dengan melihat kita, maka orang dapat melihat pekerjaan Yesus yang ajaib terjadi dalam hidup kita, dan mereka akan mengenal pribadiNya melalui kita. 

 

Yesus adalah Yang Awal dan Yang Akhir.