Renungan Harian
Komunikasi Dengan Tuhan

Lukas 1:67-80; Yesaya 55:6

”Terpujilah Tuhan, Allah Israel, sebab Ia melawat umat-Nya dan membawa kelepasan baginya”

(Lukas 1:68)

 

Masa kegelapan bangsa Israel bukanlah ketika bangsa ini diperintah oleh raja yang tidak mengenal Tuhan, atau ketika penjajah menguasai tanah mereka, tetapi oleh tidak adanya wahyu dan firman yang disampaikan melalui nabi-nabi Allah. Itulah masa kegelapan orang Israel, dan masa ini terjadi dari berakhirnya Perjanjian Lama hingga Perjanjian Baru. Allah berdiam selama 400 tahun. Tidak ada wahyu, tidak ada penglihatan, dan nabi-nabi kehilangan suara Tuhan.

Ketika Tuhan tidak mau berbicara dan ketika Allah enggan membuka mulut-Nya, maka itulah masa yang paling menakutkan. Oh betapa sedihnya keadaan manusia ketika Allah tidak mau lagi berkomunikasi dengan mereka. Sekiranya manusia itu mencicipi neraka, mereka akan berkata, "Diam di dalam neraka masih lebih nikmat daripada kehilangan hadirat Tuhan..!"

Saudaraku, betapa indahnya ketika Tuhan berbicara kepada kita dan kita menikmati hadiratNya. Tetapi bukankah kita seringkali mengabaikan suara dan hadirat Tuhan? Bukankah kita jarang meluangkan waktu untuk berdoa kepada Tuhan? Bukankah mencari uang dari pagi sampai pagi lagi itu lebih penting daripada meluangkan waktu untuk berbicara kepada Tuhan dan Tuhan berbicara kepada kita, meskipun itu cuma sejam saja? Kita menjadi manusia yang sudah tidak peduli lagi untuk bersekutu dengan Tuhan. Jika keadaan manusia rohani kita semakin memburuk, jangan salahkan Tuhan. Kalau ada angin ribut datang dan rumah kitahancur porak-poranda, jangan tuding siap-siapa sebagai penyebabnya. Tetapi lihatlah, betapa mudahnya jari kita menuding Tuhan dan menyalahkanNya. Betapa gampangnya mulut kita mengeluarkan perkataan-perkataan yang mendakwa Dia. Padahal bukan Allah yang membisu, tetapi kita yang tidak mau berbicara kepadaNya.

Kenapa kita begitu sibuk dan tidak mau lagi menikmati hadirat Tuhan? Hadirat Tuhan itu sangat indah, dan lebih indah dari segalanya. Apabila kita mau meluangkan waktu bersekutu dengan Dia, Tuhan pasti akan banyak berbicara kepada kita. la akan menguatkan dan menghibur kita. 

 

Renungan :

Kita seringkali memaksa Tuhan untuk membisu, karena kita tidak memiliki waktu untuk bersekutu dengan Dia. Seberapa sibukkah kita sehingga tidak ada waktu untuk bersekutu dengan Dia ?

 

Tidak adanya komukasi di medan perang adalah penyebab kekalahan banyak peperangan.