Renungan Harian
Masa Depan Baik

Lukas 1:46-56; Amsal 24:14

”. . . . Jiwaku memuliakan Tuhan, dan hatiku bergembira karena Allah, Juruselamatku, sebab Ia telah memperhatikan kerendahan hamba-Nya. Sesungguhnya, mulai dari sekarang segala keturunan akan menyebut aku berbahagia.”

(Lukas 1:46-48)

 

Lantunan lagu yang dinyanyikan Maria itu mengingatkan kita kepada suatu pribadi yang tidak pernah merasa kecewa atas apa yang terjadi dalam hidupnya. Secara manusiawi, jika kita berada dalam posisi seperti Maria, sudah pasti akan merasa malu, karena ia mengandung sebelum terikat dalam satu pernikahan. Saat malaikat mendatangi Maria untuk memberikan kabar tersebut, dia tidak protes ataupun kecewa, sebab mengapa hal seperti itu menimpa hidupnya yang notebene sebagai seorang tunangan Yusuf. Namun ia tidak menolaknya, malahan bersukacita untuk menerimanya. Dalam nyanyian Maria itu isinya sarat dengan puji-pujian yang memuliakan Allah - puji-pujian yang menyenangkan hati Tuhan. Dan tidak ada kekuatiran jika ada reaksi masyarakat ketika mendengar ia mengandung tanpa terikat dalam tali pernikahan. Yang ada hanya rasa syukur dan taat kepada firmanNya.

Keadaan yang nyaman mungkin lebih mudah membuat kita untuk bersyukur. Namun, saat Tuhan membuat kita berada di luar zona nyaman tersebut, apakah kita tetap bisa bersyukur?

Ada satu cerita, yakni saat seorang pengusaha ternama yang kaya raya dipanggil Tuhan untuk melayaniNya, maka Tuhan Yesus berkata, "Tinggalkan bisnismu dan ikutlah Aku". Suatu hal yang secara manusiawi menjadi berat sekali untuk menuruti perintahNya. Dalam pergumulan pikirannya, ia mulai membuat perhitungan dengan Tuhan Yesus. la merasa kuatir dan tidak rela untuk meninggalkan zona nyaman yang selama ini ia dapatkan. Pada akhirnya ia tidak menaati perintah firman Tuhan Yesus. Reaksi semacam itu seringkali ditemui oleh Tuhan Yesus.

Saat kita berada dalam zona kenyamanan, kita memilih untuk tinggal di sana selamanya. Bahkan pada saat Tuhan Yesus yang memanggil kita, namun tidak kita hiraukan. Padahal, zona kenyamanan tersebut tidak sebanding dengan panggilan Tuhan Yesus. Karena saat Tuhan memanggil kita, maka Tuhan akan memberikan yang terbaik kepada kita. Jauh lebih baik daripada apa yang kita miliki dalam zona kita sendiri.

 

Renungan : 

Ketika dihadapkan pada dua pilihan yang bertentangan, tetaplah memilih apa yang diinginkan Yesus dalam hidup kita. Tidak perlu merasa ragu dan cemas akan pilihan untuk mengikuti Yesus, karena saat kita memilih mengikuti Yesus, masa depan yang baik ada di tangan kita.

 

Tentukan pilihan kita dengan bijak supaya kita tidak menyesal kelak.