Renungan Harian
Tuhan Lebih Dari Sekedar Mujizat

Markus 13:14-23, Daniel 9:25-27

”Sebab Mesias-mesias palsu dan nabi-nabi palsu akan muncul dan mereka akan mengadakan tanda-tanda dan mujizat-mujizat dengan maksud, sekiranya mungkin, menyesatkan orang-orang pilihan.”

(Markus 13:22)

 

Tuhan adalah pembuat mujizat. Kalau kita datang kepadaNya, maka Dia sanggup melakukan segala mujizat dari hal-hal yang tidak mungkin menjadi mungkin dalam kehidupan ini. Tetapi kita tidak mengikuti Tuhan hanya karena mujizatNya. Mujizat hanya seumur manusia hidup di dunia. Pertanyaannya adalah, kemana manusia setelah mengakhiri kehidupannya di dunia ?

Meskipun Tuhan adalah pembuat mujizat, namun manusia tidak datang kepadaNya hanya untuk memperoleh mujizat. Keselamatan jiwa itu lebih penting dari mujizat. Itulah sebabnya, ketika Yesus masih hidup melayani di dunia ini, Ia lebih banyak mengajar daripada melakukan mujizat. Mungkin, keselamatan itu tampaknya sesuatu yang abstrak, sehingga manusia lebih mengejar mujizat yang nyata daripada keselamatan yang tidak kelihatan wujudnya tersebut.

Manusia yang hanya mengejar mujizat secara berlebihan daripada Tuhan, kemungkinan besar akan rela menggantikan sesuatu yang bersifat kekal (keselamatan) dengan sesuatu yang fana, yaitu mujizat. Seorang ibu yang mulai goyah dengan Kekristenannya dan mulai belajar beribadah “di tempat yang lain”, dan telah kemukakan alasannya mengapa dia menjadi goyah keimanannya mengikuti Tuhan. Menurutnya, bahwa sejak dia mengikuti kepercayaan yang lain, baru mulai kelihatan ada perbaikan dalam kehidupan perekonomiannya. Dan ketika seorang hamba Tuhan berusaha menyadarkan dia, ternyata dalam pemikirannya, bahwa Tuhan hanya sebatas berkat dan mujizat belaka. Sebab itulah, ketika dia merasa Tuhan Yesus tidak berbuat apa-apa untuk menolongnya, maka dengan gampangnya dia kemudian beralih kepada tuhan yang lain. Padahal Alkitab berkata, ”Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya ?” (Markus 16:26).

 

Renungan :

Orang yang lebih tertarik kepada mujizat dan berkat daripada Tuhan dalam kehidupannya, besar kemungkinan akan menjadi mangsa si penyesat, yaitu antikris. Milikilah dasar pondasi yang benar dalam hidup kekristenanmu, sehingga engkau tidak mudah terpesona dengan segalam macam trik yang menyesatkan itu.

 

Tuhan tidak hanya sebatas mujizat tetapi juga keselamatan hidup yang kekal. Mujizat itu adalah sementara, sedangkan keselamatan itu kekal.