Renungan Harian
Janganlah Kamu Kuatir

Markus 13:1-13: Yoel 2:32

”Dan jika kamu digiring dan diserahkan, janganlah kamu kuatir akan apa yang harus kamu katakan, tetapi katakanlah apa yang dikaruniakan kepadamu pada saat itu juga, sebab bukan kamu yang berkata-kata, melainkan Roh Kudus.”

(Markus 13:11)

 

Masih teringatkah kita dengan peristiwa Situbondo pada tahun 1996 ? Dalam sejarah orang Kristen, peristiwa tersebut dicatat sebagai "Kamis Yang Kelabu”. Dua puluh lima Gereja hancur dirusak dan dibakar serta sekeluarga hamba Tuhan tewas akibat kerusuhan itu. Tuhan sepertinya diam. Apakah ini juga seperti yang dikatakan Allah: “Turut bekerja untuk mendatangkan kebaikan!?”

Saudara, penderitaan yang dialami manusia itu sifatnya misterius. Kita tidak bisa mengerti, mengapa beberapa tahun yang lalu pesawat Adam Air bisa jatuh dan merenggut cukup banyak nyawa? Kita tidak tahu dan juga tidak mengerti. Kita juga tidak mengerti, mengapa keluarga kita yang dulunya begitu harmonis, tetapi sekarang bermasalah. Suami yang dulunya begitu mengasihi sang istri dan anak-anak, namun kini rasa kasihnya menjadi berkurang ? Mengapa anak-anak kita yang dulunya sebelum menikah begitu mengasihi ayah dan ibunya, tetapi sesudah menikah, rasa kasihnya terasa menjadi luntur? Kita bertanya lagi: mengapa Tuhan mengizinkan saya ditimpa malapetaka ? Mengapa keuangan kita begitu seret? Mengapa perusahaan kita mengalami masalah?.

Kita mengatakan: ”Aku cinta Tuhan! Aku melayani Tuhan!" Akan tetapi, mengapa hasilnya adalah penderitaan dan kesusahan ? Itulah pertanyaan kita. Terlebih lagi setelah kejadian-kejadian yang dapat dibaca dalam Markus 13:6-13. Kita sulit, bahkan tidak memahami apa yang diinginkan oleh Tuhan terhadap kita. Namun, satu hal yang perlu kita ketahui, yakni janganlah kuatir tentang apapun juga, sebagaimana Firman Tuhan dalam Yoel 2:32 : ”Dan barangsiapa yang berseru kepada nama TUHAN akan diselamatkan, sebab di gunung Sion dan di Yerusalem akan ada keselamatan, seperti yang telah difirmankan TUHAN; dan setiap orang yang dipanggil TUHAN akan termasuk orang-orang yang terlepas.”

Kejadian-kejadian dalam kehidupan keseharian kita, baik yang menyedihkan maupun yang menyenangkan, merupakan bahan dasar yang dipakai Allah untuk menenun/membentuk kehidupan kita. Kita ini ibarat sebuah gambar ukiran, yang diukir sedikit demi sedikit, ditusuk atau dibelah. Memang sakit dan memang pedih. Namun tunggu saatnya, apabila sudah selesai, akan menghasilkan sebuah ukiran yang sangat indah dan tinggi nilainya.

 

Renungan :

Saudara, sekali lagi janganlah kita kuatir. Sebab, apabila kita mengikutsertakan Allah di dalam peristiwa-peristiwa hidup ini, maka yang kacau-balau akan menjadi beres. Allah itu amat baik buat kita. Percayalah!.

 

Orang percaya itu tidak merasa kuatir, sebab ia tahu kemampuan Allahnya.