Renungan Harian
Berkenan KepadaNya

Markus 1:9-11; Mazmur 37:23

Lalu terdengarlah suara dari sorga : ”Engkaulah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Mulah Aku berkenan.”

(Markus 1:11)

Pada ayat bacaan hari ini kita menyaksikan sebuah proklamasi dari Allah Bapa kepada Tuhan Yesus. Dan ini sekaligus meneguhkan bahwa Dia adalah Mesias yang dijanjikan itu. Banyak orang masih menantikan Sang Mesias, tetapi sesungguhnya Dia sudah datang! Yesus adalah Anak yang dikenan oleh BapaNya! Luar biasa.

Yesus adalah teladan kita. Dia senantiasa berbuat sesuatu yang menyenangkan hati Bapa-Nya. Bagaimana dengan kita ?

Biasanya manusia menjadi baik kalau sedang dilihat. Apalagi kalau orang itu adalah pengurus gereja, wah, susah sekali menemukan kesalahan ketika ia berada bersama kita. Tetapi yang lebih tahu segala tabiatnya pastilah orang-orang terdekatnya, misalnya istri/suami, anak, adik/kakak, atau bahkan pembantu rumah tangganya. Kalau mau mencari hormat dari manusia saja itu salah. Kejarlah hidup yang senantiasa berkenan kepada Tuhan.

Hal ini tidak dilakukan oleh Tuhan Yesus. la mau melakukan apa yang dikehendaki Bapanya. Dia tidak mencari hormat dari manusia. Sebab apa yang dilakukan-Nya semata-mata untuk kemuliaan Bapa-Nya. la mau merendahkan diri dan menganggap diri-Nya sama dengan manusia lainnya yang harus taat pada perintah BapaNya. Karena ketaatannya sehingga Allah mengasihi DIA dan berkenan kepada-Nya.

Saudaraku, jika kita ingin Allah semakin mengasihi, berkenan dan bangga pada kita, maka setialah dan taatlah melakukan apa yang Allah inginkan untuk kita lakukan.

Pada saat Allah berkenan kepada kita, maka apapun yang menjadi persoalan dan kebutuhan kita, Allah akan memberi jalan keluar dan menyediakan segala kebutuhan kita menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya. Seperti teladan yang diberikan Tuhan Yesus pada kita, yaitu melakukan kehendak Bapa-Nya, sehingga Allah semakin mengasihi DIA dan berkenan kepadaNya.

 

Renungan :

Lakukan hal yang berkenan kepada Allah, yang membuat Allah semakin mengasihi kita dan bangga kepada kita. Mulailah taat dan setia pada perkara/hal yang kecil seperti yang Allah kehendaki untuk kita lakukan.

 

Orang yang berkenan kepada Allah itulah yang akan menikmati kemuliaan Allah.