Weekly Sermon
Kebangkitan Kristus

Pdt. John Panggabean, S.Th

Minggu, 12 April 2020

Ayat bacaan : Markus 14:36

Saudara, seperti yang telah kita ketahui bahwa Bapa di sorga membangkitkan Kristus dari kematian pada hari yang ketiga. Lalu yang menjadi pertanyaannya : ”mengapa Bapa membangkitkan Kristus ?” 

1.Karena Kristus telah menang atas dosa

Kemenangan Kristus bukan dimulai dari kebangkitanNya, karena kebangkitan Kristus merupakan hasil yang telah diperoleh tiga hari sebelumnya, yaitu ketika Ia tergantung di kayu salib. Hal ini nyata ketika Ia disiksa dan dianiaya tetapi tidak berbuat dosa. Walaupun menurut dunia bahwa Tuhan Yesus gagal, Alkitab berkata : walaupun Dia mengalami penderitaan yang luar biasa, namun Dia tidak berbuat dosa. Untuk itu, jadikanlah Kristus sebagai teladan sejati dalam kehidupan kita, supaya dalam kehidupan yang sulit ini kita tidak berbuat dosa, tetapi tetap hidup dalam kebenaran.

 

2.Karena Kristus telah taat kepada seluruh kehendak Bapa

Ketika Kristus  berada di taman Getsemani, Dia mengalami ketakutan yang luar biasa dan tentunya tidak bisa kita pahami. Hal ini terbukti ketika Ia mengeluarkan keringat bercampur darah. Markus 14:36 berkata demikian : ”Ya Abba, ya Bapa, tidak ada yang mustahil bagi-Mu, ambillah cawan ini dari pada-Ku, tetapi janganlah apa yang Aku kehendaki, melainkan apa yang Engkau kehendaki.” 

Anak Allah berdoa kepada BapaNya, menyerahkan sepenuhnya kepada kehendak Bapa dan bukan kehendak Kristus. Dan disinilah titik kemenanganNya. Memang, perkara ini tidaklah mudah, tetapi dalam kesempatan ini kita belajar untuk menyangkal diri dan mengijinkan kehendak Allah yang suci untuk kita rayakan bersama-sama. Hidup ini bukan hanya memenuhi agenda pribadi kita, tetapi memenuhi panggilanNya yang telah menebus dan memilih kita untuk mengerjakan kehendak Bapa, supaya kita mengalami kebangkitan rohani.

 

3.Karena korban Kristus sempurna

Perlu diketahui bahwa Bapa itu murka terhadap dosa. Dan Kristus telah menelan seluruh murka Allah. Saat Kristus tergantung di atas kayu salib, Dia sedang menampung seluruh murka Allah akibat dosa yang telah dilakukan oleh manusia. Untuk itu korbanNya dikatakan sempurna karena telah menyelesaikan seluruh murka Allah. Amin.