Weekly Sermon
Fokus Kepada Tuhan

Pdt. Dr. Samuel Sianto

29 Desember 2019

Ayat Bacaan :

Matius 14:22-33

 

Berdasarkan ayat bacaan di atas, setelah Tuhan Yesus mengadakan mujizat dengan memberi makan lima ribu orang laki-laki, tidak termasuk wanita dan anak-anak, Ia menyuruh murid-muridNya bertolak ke seberang, sedangkan Yesus hendak berdoa sendiri di atas bukit. Kira-kira beberapa mil dari pantai, perahunya diombang-ambingkan oleh gelombang dan badai. Dan saat itu keadaannya cukup gelap, sebab masih jam 3 malam. Ketika mereka sedang mengalami badai, tiba-tiba Yesus turun dari bukit, lalu berjalan di atas air untuk menemui murid-muridNya. Alkitab mencatat : Ketika murid-murid-Nya melihat Dia berjalan di atas air, mereka terkejut dan berseru: "Itu hantu!", lalu berteriak-teriak karena takut (ay.26). Tetapi segera Yesus berkata kepada mereka: "Tenanglah! Aku ini, jangan takut!".

Saudara, situasi atau keadaan seperti ini tidak jauh berbeda dengan keadaan kita saat menjalani kehidupan dalam dunia yang gelap ini. Ketika badai gelombang datang menerpa kehidupan kita, ”jangan takut !” percayalah Tuhan beserta dengan kita. Tuhan rindu kita mengalami sendiri peristiwa-peristiwa yang supranatural bersama Dia. Hal ini juga dialami oleh Petrus; saat Yesus berjalan di atas air, maka Petrus berkata : "Tuhan, apabila Engkau itu, suruhlah aku datang kepada-Mu berjalan di atas air." Lalu Yesus berkata : “datanglah kemari”. Akhirnya Petrus bisa berjalan di atas air. Yang menjadi pertanyaan mengapa Petrus dapat berjalan di atas kemustahilan yaitu berjalan di atas air ? Sebab pandangan Petrus berfokus pada Yesus. Tetapi sayangnya, ketika Petrus meresponi tiupan angin (badai yang sedang berlangsung), maka takutlah Petrus dan mulai tenggelam. Demikian dengan kehidupan kita, apabila kita fokus hanya pada Tuhan, maka kita pun akan sanggup berjalan di atas kemustahilan. 

Memang, untuk tetap fokus kepada Tuhan bukanlah perkara yang mudah, terkadang kita dipengaruhui oleh keadaan sekitar, sehingga kita mulai lepas fokus dan akhirnya kita diliputi dengan rasa takut dalam menjalani hidup ini. Tetapi, ”Percayalah”! bahwa penyertaan Tuhan sungguh sempurna. Tak sedetikpun Dia meninggalkan kita, artinya selama 24 jam Tuhan siap mengulurkan tanganNya untuk menolong kita, sebab kasih setiaNya kekal selamanya. Amin.