Renungan Harian
Kambing Berbulu Domba

Matius 25:31-46; Imamat 20:26

”Ia akan menempatkan domba-domba di sebelah kanan-Nya dan kambing-kambing di sebelah kiri-Nya.”

(Matius 25:33)

Domba dan kambing adalah dua binatang yang berbeda. Secara fisik ada perbedaan antara kambing dengan domba, ciri fisik yang menonjol dari kambing pada bagian kepala ada dua tanduk yang berguna sebagai pertahanan dan senjata dan lebih bersifat liar. Beda dengan domba, pada kepala domba tidak terdapat tanduk dan tidak bisa mempertahankan diri dari ancaman, kemana-mana harus ada yang mengawal dan membimbing dan bahkan harus ada yang mengawasinya. Pada tayangan televisi tentang kisah-kisah fauna sering diperlihatkan seekor anjing penjaga yang mengawasi kawanan domba, mengarahkan domba-domba supaya tidak tersesat.

Mengapa Tuhan Yesus Kristus mengambil sebutan domba (Matius 10:6) ? Sebab domba tidak bisa beraktivitas sendiri dan harus ada yang menyertai (Zakharia 11:7). Bahkan di kitab Zakharia disebutkan jika menggembalakan domba harus dengan dua tongkat : pertama “tongkat kemurahan" dan kedua "ikatan" - menandakan harus dengan kasih dan kesabaran. Dengan karakter domba yang begitu lemah dan perlu penolong maka tidak heran jika Tuhan Yesus memakai domba sebagai gambaran dari orang-orang percaya. Seperti Juga Tuhan Yesus yang disebut oleh Allah Bapa sebagai Anak Domba Allah yang diutus di tengah-tengah dunia ini.

Tetapi ada yang membuat kita tergelitik tentang kambing berbulu domba. Rupa boleh seperti domba tetapi kelakuan tidak lebih seperti kambing. Karakter kambing lebih menonjol dari pada tampang dombanya. Di saat ibadah berlaku seperti domba yang tulus dan lemah lembut, tetapi setelah ibadah atau saat di kantor atau di lingkungan bertingkah seperti itulah. Karakter yang tidak sesuai dengan sifat dari Sang Khalik atau Pencipta yaitu Allah Bapa. Tidak hanya jemaat saja tetapi juga para hamba-hamba Tuhan yang notabene adalah orang yang dipercaya oleh Tuhan untuk melayani. Tetapi sifat dan karakter kambing lebih dominan dan bahkan mereka tidak sungkan-sungkan untuk mengeluarkan "tanduknya" (padahal domba tidak memiliki tanduk). Tampang boleh seperti domba, tetapi kelakuan sama seperti kambing.

Nanti pada penghakiman terakhir akan segera ketahuan, siapa yang domba dan siapa yang kambing. Kita tidak bisa ada di tengah-tengah antara domba dan kambing.

 

Renungan :

Siapakah kita? Domba atau kambing? Jangan mendua hati ! Putuskan segera karena penghakiman sudah semakin dekat. Bertobatlah !! 

 

Pada akhir zaman para kambing berbulu domba akan "dikuliti" supaya ketahuan belangnya.