Renungan Harian
Kembangkan Talenta

Matius 25:14-30; Amsal 12:27

”Sebab hal Kerajaan Sorga sama seperti seorang yang mau bepergian ke luar negeri, yang memanggil hamba-hambanya dan mempercayakan hartanya kepada mereka.”

(Matius 25:14)

 

Masing-masing hamba dalam perumpamaan di atas diberikan talenta yang berbeda menurut kesanggupannya. Talenta disini melambangkan tanggung jawab yang berbeda yang harus dijalankan sesuai dengan kemampuan masing-masing orang.

Hal ini kalau kita bandingkan dengan pengertian "talenta" di zaman sekarang, bahwa istilah "talenta/ talent” selalu merujuk pada "bakat-alam” yang dimiliki seseorang, atau bakat yang diperoleh seseorang karena karunia Tuhan : talenta menyanyi, talenta bermusik, talenta berdagang, talenta mengajar, talenta memimpin dan lain sebagainya.

Kata talenta yang seharusnya bermakna ”besaran/ukuran uang” ini bergeser menjadi ”bakat alam yang dimiliki seseorang.” Ini akibat dari adanya perumpamaan yang diberikan Yesus Kristus dalam Matius 25:14-30 ini. Semenjak ajaran ini diberikan, orang kemudian merujuk ”talent/ talenta” adalah bakat alam seseorang (pemberian Tuhan).

Perumpamaan ini jelas menunjukkan kepada kita bahwa kita harus mengusahakan "talenta" yang diberikan Allah kepada kita. Jelas dalam Matius 25:14-30 adalah sebuah pengajaran dengan “perumpamaan” yang menunjukkan betapa perlunya menggunakan pemberian Allah dengan sikap bertanggung-jawab dalam pelayanan kepada Allah pada saat sang tuan “Tidak hadir”.

Pemberian yang digambarkan dengan pemberian modal ini bisa kita artikan dengan “karunia” dan “berkat” yang Allah beri kepada kita. Karunia dan berkat tidak selalu berkonotasi harta, bisa kemampuan/ skill dan apapun yang kita punya. Apakah kita ini adalah orang yang bisa mengusahakan "modal” itu?

Maka kesimpulan dari perumpamaan itu adalah bahwa manusia diberi kesempatan rohani yang berbeda-beda. Orang yang mau menggunakan kesempatan dan menggunakannya adalah orang yang dianggap sebagai hamba yang setia. Dan orang yang tidak menggunakan kesempatan dan mengusahakannya itu akan dibuang (dihukum) karena ia adalah hamba yang “tidak berguna”. Yesus Kristus akan datang kembali, dan ia menuntut pertanggungjawaban pada kita semua terhadap penggunaan karunia (talenta) yang la berikan kepada kita.

 

Renungan :

Setiap orang pasti memiliki talenta meskipun besarannya tidaklah sama untuk masing-masing orang. Tuhan tidak mempermasalahkan seberapa banyak talenta itu digandakan, namun kalau talenta itu tidak digandakan Tuhan akan mempermasalahkannya.

 

Orang malas tidak ada tempat dalam Kerajaan Allah.