Renungan Harian
Menantikan Sang Mempelai

Matius 25:1-13; Yesaya 62:5

”Gadis-gadis yang bodoh itu membawa pelitanya, tetapi tidak membawa minyak”

(Matius 25:3)

 

Kita semua tahu dengan perumpamaan dalam pembacaan ayat hari ini. Bahkan murid-murid Sekolah Minggu tidak asing lagi dengan kisah di atas. Tetapi kita harus mengambil pelajaran penting dari kisah ini.

Kesepuluh gadis itu, baik yang bodoh maupun yang bijaksana melambangkan orang Kristen. Sebab mereka sedang menantikan kedatangan mempelai pria. Dan semua gadis-gadis tersebut mempunyai pelita yang menyala. Perbedaan yang utama terletak pada siapa yang membawa persediaan minyak dan siapa yang tidak. Gadis-gadis yang bijaksana membawa persediaan minyak sedangkan yang bodoh tidak membawa persediaan minyak berarti menambah biaya. Lebih daripada itu, mereka membebani diri karena tangan yang satu membawa pelita sedangkan tangan yang lain membawa persediaan minyak. Di lain pihak, gadis-gadis yang bodoh mempunyai satu tangan yang tidak terpakai - artinya, tangan tersebut bebas untuk melakukan pekerjaan apa saja - karena mereka berpikir tidak perlu untuk membawa minyak lebih.

Seringkali, sekelompok orang Kristen mengerjakan sesuatu yang menurut kelompok Kristen lainnya dianggap berlebihan atau tidak perlu. ”Kita sudah punya pelita dan minyak. Untuk apa lagi mesti bersusah-susah membawa persediaan ? Bukankah hal itu menambah beban dan biaya ? Belum lagi repotnya !” Berapa kali pikiran tersebut terlintas dalam benak kita waktu melihat orang lain melakukan sesuatu yang lebih ketimbang kita? Mungkin kita berpikir, ”Perlukah itu?” Di sini kita akan mempelajari perlukah mengambil langkah tambahan dalam hidup kekristenan kita.

Masalah mulai timbul ketika mempelai pria itu berlambat-lambat datangnya. Kelihatannya kesepuluh orang itu letih lalu tertidur. Seandainya ia tidak terlambat maka para gadis yang bodoh tersebut tidak akan kekurangan minyak. Mereka sama sekali tidak memikirkan kemungkinan ini. Sangat menarik Yesus memberikan indikasi bahwa mungkin kedatangan-Nya akan tertunda. Kata ”tidak datang-datang” juga dipakai dalam ayat sebelumnya (Matius 24:48) : ”Tuanku tidak datang-datang.” Sekali lagi, Yesus memberikan indikasi bahwa mungkin kedatangan-Nya tertunda. Lalu pada waktu tengah malam, terdengar teriakan tentang kedatangan mempelai pria.

 

Renungan :

Gadis-gadis yang bodoh tidak mau berjerih payah untuk menyediakan minyak. Mereka lebih senang tangan lainnya yang tidak memegang minyak bergerak bebas. Tetapi biarlah mereka yang bijak terlibat dalam pekerjaan Tuhan dan menyelesaikannya, Amin.

 

Mempelai pintar tidak akan memilih gadis bodoh yang tidak membawa minyak.