Daily Devotion
Baju Pesta

Matius 22:1-14; Kidung Agung 2:4

Ia berkata kepadanya : Hai saudara, bagaimana engkau masuk ke mari dengan tidak mengenakan pakaian pesta? Tetapi orang itu diam saja.

(Matius 22:12)

Setiap orang yang mendengarkan firman Allah, yang mendengarkan undangan Yesus untuk datang kepada-Nya adalah orang yang telah dipanggil. Ada tiga macam tanggapan terhadap panggilan-Nya ini:

Pertama, mereka yang telah diundang tetapi menolaknya. Sebagai contoh, jika sekarang ini kita telah mendengarkan Injil namun menolak undangan Kristus untuk datang pada-Nya dan meminum air hidup, maka saat ini kita tergolong orang semacam ini - orang yang telah diundang namun langsung menolaknya. Alasan mengapa kita menolak undangan itu tidaklah penting. Yang jelas kita telah menolaknya.

Kedua, ada orang-orang yang telah menerima undangan itu dan mereka memenuhinya. Mereka adalah orang-orang yang hadir di dalam pesta perkawinan itu.

Ketiga, perumpamaan ini menyebutkan kelompok ketiga: yaitu orang-orang yang telah diundang dan hadir ke dalam pesta perjamuan itu, namun mereka kemudian dilemparkan keluar karena tidak memenuhi syarat, alasannya adalah karena mereka tidak memakai pakaian pesta.

Di dalam kategori yang manakah kita berada? Dan apa artinya pakaian pesta?

Paulus menggunakan kata “mengenakan” sebanyak 15 kali di dalam pengajarannya. Dan ia selalu memakai kata ini di dalam pengertian rohani, bukan yang harfiah. Sebagai contoh, ia berbicara tentang mengenakan kekekalan di dalam 1 Korintus 15:53-54. Di dalam ayat-ayat ini, kekekalan digambarkan seperti sehelai pakaian yang kita kenakan. Dan “mengenakan” berarti bahwa kita harus masuk ke dalam kekekalan itu. Inilah yang Paulus katakan: Karena yang dapat binasa ini harus mengenakan (ini kata Yunani untuk mengenakan pakaian) yang tidak dapat binasa (ayat 53). Dengan demikian, diri yang tidak kekal ini harus mengenakan kekekalan. Ketika yang dapat binasa ini mengenakan yang tidak dapat binasa, dan yang fana mengenakan yang kekal, maka digenapilah apa yang tertulis di dalam Alkitab: maut ditelan dalam kemenangan. Menurut Paulus, pada saat kita ditebus di hari kebangkitan nanti, kita akan diberikan kekekalan - tubuh yang baru yang tidak akan pernah mati sebagai ganti bagi tubuh sekarang ini yang pasti akan mati. Jadi kita bisa katakan bahwa tubuh yang fana ini mengenakan kekekalan, seperti mengenakan sehelai baju.

 

Renungan :

Dari cara Paulus memakai kata “mengenakan” ini, kita dapat melihat bahwa ia memandang pakaian sebagai lambang dari cara hidup yang baru - kekekalan. Lebih jauh lagi, bisa jadi ia memandang pakaian sebagai lambang kualitas hidup yang baru - hidup kebangkitan atau hidup yang baru yang disebut hidup yang kekal. Ini bukanlah kehidupan yang tanpa batas waktu seperti yang dibayangkan oleh kebanyakan orang. Ini adalah kualitas hidup yang baru yaitu kualitas hidup milik Allah.

 

Kenakanlah pakaian pesta; kalau tidak kita diusir dari tempat itu.