Renungan Harian
Kekuatan Ucapan Syukur

Matius 14:13-21; Yesaya 38:19

”Lalu disuruh-Nya orang banyak itu duduk di rumput. Dan setelah diambil-Nya lima roti dan dua ikan itu, Yesus menengadah ke langit dan mengucap berkat, lalu memecah-mecahkan roti itu dan memberikannya kepada murid-murid-Nya, lalu murid-murid-Nya membagi-bagikannya kepada orang banyak.”

(Matius 14:19)

 

Ada seorang bapak yang usianya tidak lagi muda, sebab bapak itu sudah berkepala tujuh tepatnya 72 tahun. Namun demikian semangatnya untuk memberitakan Injil tidak pernah padam, sama sewaktu ia masih muda hari-harinya. la rindu supaya lingkungan di sekelilingnya diwarnai dengan Injil Kristus. Walau ia sadar ada dampak yang harus ia terima, seperti dibenci dan dicaci maki. Dan satu hal yang mewarnai hidupnya dalam mengikut Tuhan adalah selalu mengucap syukur. Ia tidak tinggal di daerah perkotaan yang serba berkecukupan, tetapi ia tinggal di lereng pengunungan yang akrab dengan kekurangan. Namun di tengah-tengah masyarakat yang serba kekurangan ia selalu mengucap syukur, dan ucapan syukur inilah yang menjadi kekuatan bagi bapak itu dalam pekerjaanya sebagai guru sekolah dasar dan sekaligus sebagai penginjil. Ucapan syukur yang dinaikkan tidak sia-sia, sebab Tuhan memelihara hidupnya begitu luar biasa. Walaupun tantangan silih berganti namun ucapan syukur mampu membawa dia di dalam kemenangannya.

Lihatlah ayat renungan di atas yang memberikan pelajaran kepada kita semuanya, saat itu Tuhan Yesus melihat banyak yang lapar, jumlah mereka cukup besar yaitu 5000 orang belum termasuk perempuan dan anak-anak. Namun yang ada hanya 5 ketul roti dan dua ekor ikan, apakah yang terjadi selanjutnya. Tuhan Yesus menyuruh orang banyak duduk, lalu la mengambil roti dan ikan, mengucap syukur kepada Allah dan terjadilah mujizat.

Kalau saat ini kita dalam kekurangan serta memiliki persoalan yang sulit diselesaikan, bawalah masalah itu kepada Tuhan Yesus dan naikkanlah ucapan syukur, percayalah mujizat-Nya pasti terjadi. Selama menumpang di dunia ini, satu-satunya energi kita yang terbesar dalam hidup ini adalah mengucap syukur. Karena itu mengucap syukurlah dalam segala hal dan nikmati keajaiban-Nya.

 

Renungan :

Bersyukurlah kepada TUHAN, panggillah nama-Nya, perkenalkanlah perbuatan Nya di antara bangsa-bangsa! Bersyukurlah kepada TUHAN, sebab la baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia (1 Tawarikh 16:8, 34).

 

Tidak ada kekuatan yang dahsyat selain daripada ucapan syukur.