Renungan Harian
Melihat Penampilan

Matius 13:53-58; Yeremia 1:17

”Setelah Yesus selesai menceriterakan perumpamaan-perumpamaan itu, Iapun pergi dari situ.”

(Matius 13:53)

Yesus mengajar di Nazaret dan membuat orang-orang takjub akan hikmat serta kuasa mujizat yang dilakukan. Tetapi ketika mereka sadar, rasa takjub itu tiba-tiba berubah menjadi kecewa. Ya, karena kemudian mereka mengetahui bahwa Yesus itu hanyalah anak seorang tukang kayu dari kelompok masyarakat kelas biasa saja. Mereka tadinya mungkin berharap bahwa Yesus berasal dari kelas bangsawan dengan tingkat pendidikan yang tinggi.

Sikap yang kurang lebih sama dengan cara orang Nazaret melihat Yesus pun kadangkala muncul di dalam gereja Tuhan. Ketika seorang pengkhotbah tampil, dilihat dulu latar belakangnya bagaimana, penampilannya seperti apa, dan pengalamannya bagaimana dalam pelayanan. Sehingga tanpa sadar kita bukan lagi menerima Firman Tuhan tetapi “firman” yang diucapkan oleh si pendeta.

Iklan pembicara yang akan berkotbah di satu gereja yang ditampilkan di berbagai media massa terkadang memberikan dampak yang kurang baik bagi tingkat kehadiran jemaat. Jika pembicaranya adalah tokoh favorit yang dapat menyedot massa maka bisa dipastikan ibadah pada saat itu akan dipenuhi dengan jiwa-jiwa. Namun jika pembicara yang ditampilkan dalam iklan tidak begitu dikenal, secara otomatis jumlah jemaat yang hadir pada saat itu pun langsung merosot drastis.

Menyikapi situasi seperti itu, di pihak si pendeta pun pada akhirnya lebih menampilkan dirinya sebagai seorang entertainer daripada menempatkan diri sebagai orang yang harus menyampaikan pesan dan pengajaran Firman Tuhan yang bertumbuh dan sehat. Yang penting semua jemaat senang mendengar khotbah yang lucu dan menarik. Tidak penting lagi apakah didalamnya ada unsur pengajaran dan mengingatkan manusia akan dosa, kebenaran dan penghakiman atau tidak.

 

Renungan :

Kadangkala gereja hanya menjadi tempat entertaintmen belaka dan pengkhotbah tidak lebih hanya seorang entertainer belaka. Lalu dimanakah kuasa Tuhan kalau gereja sudah menjadi panggung boneka?

 

Gereja dengan urapan Roh Kudus disertai kuasa ilahi akan membawa umat Tuhan semakin dewasa.