Renungan Harian
Otoritas Tuhan

Matius 8:5-13; Mazmur 62:12

Setelah Yesus mendengar hal itu, heranlah Ia dan berkata kepada mereka yang mengikuti-Nya : Aku berkata kepadamu, sesungguhnya iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai pada seorangpun di antara orang Israel.

(Matius 8:10)

 

Saat Christian Herter masih menjabat sebagai gubernur negara bagian Massachusetts, Amerika Serikat, suatu hari dia datang terlambat dalam acara barbeque di gerejanya, karena berbagai kesibukannya.

Dalam keadaan perut kosong dan kelaparan dia berada dalam antrian untuk mendapatkan makanannya. Ketika giliran dia tiba, seorang wanita memberikan sepotong ayam goreng di piringnya.

"Maaf Ibu," kata gubernur itu, "Boleh tidak saya minta satu lagi daging ayamnya?"

"Maaf," kata wanita itu, “Setiap orang hanya mendapatkan satu potong daging ayam saja.”.

Sebenarnya gubernur itu adalah orang yang bijak, namun kali itu dia memang sangat lapar.

"Tahukah Anda siapa saya? Saya adalah gubernur negara ini.”

Wanita itu berkata, "Tahukah Anda siapa saya? Saya adalah orang yang bertanggung jawab membagikan makanan ini. Ayo sekarang bergeser untuk memberikan kesempatan kepada yang lainnya."

Saudara, itulah otoritas! Ketika kita menyadari dan percaya akan otoritas Tuhan, maka tidak ada sesuatu yang tidak mungkin.

Tidak ada yang mustahil bagi setiap orang yang menghargai otoritas Tuhan.

Seorang yang percaya akan otoritas Kristus adalah perwira di Kapernaum. Bahkan saking begitu percayanya, Yesus tidak perlu datang ke rumahnya untuk menyembuhkan hambanya. Cukup sepatah kata dari tempat di mana Yesus berada saat itu. Luar biasa iman seperti ini! Dan iman seperti ini menghasilkan perkara yang dahsyat.

Banyak orang Kristen yang percaya kalau Yesus mempunyai otoritas untuk menyelamatkan mereka dari penghakiman kekal, tetapi tidak semuanya yang percaya kalau Yesus mempunyai otoritas untuk menyembuhkan berbagai mereka dari sakit penyakit.

 

Renungan :

Kalau kita sakit atau ada orang yang kita cintai sedang menderita sakit, percayalah kalau Yesus mempunyai otoritas untuk menyembuhkan. Seketika kita percaya, seketika itu pula kesembuhan terjadi.

 

Mujizat terjadi karena ada orang yang menghargai otoritas Tuhan.