Renungan Harian
Mengajar Dengan Kuasa

Matius 7:28-29; Yesaya 55:11

”Dan setelah Yesus mengakhiri perkataan ini, takjublah orang banyak itu mendengar pengajaran-Nya, sebab Ia mengajar mereka sebagai orang yang berkuasa, tidak seperti ahli-ahli Taurat mereka.”

Matus 7:28-29

 

Yesus jelas beda dengan lainnya. Sementara yang lainnya mengajar tanpa kuasa, tetapi pengajaran Yesus sungguh membuat orang terpana, karena ada kuasa yang menyertaiNya.

Dan sampai kini perkataan Yesus masih berkuasa, bahkan jutaan dan milyaran orang telah merasakan kuasa dari perkataan Tuhan ini. Dan bukan hanya itu saja, tetapi para hamba Tuhan yang diurapi juga mendapatkan imbas dari kuasa perkataan firman Tuhan. Karena itu tidak heran jika banyak orang diberkati oleh orang-orang yang dipakai Tuhan untuk menyampaikan firman-Nya.

Tuhan telah menempatkan guru-guru (atau pengajar-pengajar) di tubuh-Nya supaya umat Tuhan dapat diajari firman Tuhan. Karena Alkitab berkata, ”Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar, untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus” (Efesus 4:11, 12).

Kalau saudara adalah guru dan pengajar di gereja saudara, pastikan bahwa saudara adalah murid Kristus yang mengajar dengan penuh kuasa dan urapan. Jangan cuma tergiur oleh uang atau persembahan. Kalau motivasinya hanya karena uang, pastilah kita tidak mengajar dengan penuh kuasa. Pengajaran kita tidak menggarami atau memberkati orang lain.

Bagi jemaat Tuhan sendiri, kita harus berdoa bagi para guru. Jangan cuma mau menyenangkan telinga saja, lalu kita melahap setiap pengajaran tanpa kita sadari bahwa mungkin saja ada "bumbu-bumbu” yang berbahaya yang diselipkan di setiap pengajaran. Kita sendiri harus juga belajar firman Tuhan dengan pimpinan Roh Kudus supaya roh kita peka dan menyadari setiap ketidakberesan dari pengajar-pengajar tersebut.

 

Renungan :

Guru sangat dibutuhkan di gereja. Tetapi guru yang tidak berkualitas justru akan menambah keruwetan. Jadi para guru harus penuh dengan kuasa dan urapan supaya jemaat Tuhan benar-benar dibangun.

 

Guru adalah koki yang menyajikan makanan rohani bagi jemaat Tuhan.