Renungan Harian
Kerugian

Matius 7:24-27; Ulangan 32:46

”Tetapi setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan tidak melakukannya, ia sama dengan orang yang bodoh, yang mendirikan rumahnya di atas pasir. Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, sehingga rubuhlah rumah itu dan hebatlah kerusakannya.”

(Matius 7:26-27)

 

Dalam perjalanan menuju kota Lumajang untuk pelayanan holistik, kami melihat pemandangan yang indah di celah-celah perbukitan di jalan masuk kota itu. Jalan yang kami lalui berkelak-kelok naik dan turun cukup tajam, sesampai di daerah Kedungjajag kami melihat ada dua truk terguling di sebelah kiri jalan karena terperosok parit yang dalamnya kurang lebih lebih 2-3 meter. Dari informasi yang berkembang, ternyata sebagian besar pengemudi sudah pernah mendengar peringatan petugas dan selalu membaca rambu-rambu yang terpampang di bahu jalan, tetapi sebagian besar pengemudi mengabaikan peringatan yang ada. Mereka mendengar dan membaca peringatan lalu lintas tetapi mereka tidak pernah melakukannya, akibatnya truk terjungkal ke jurang, dan kejadian ini ternyata berulang kali terjadi di tempat yang sama.

Inilah kebodohan yang penuh kesia-siaan, mereka bukan hanya rugi waktu, tetapi juga rugi materi yang cukup besar.

Demikian halnya dengan orang Kristen yang hanya suka mendengar firman Allah tetapi tidak mau melakukannya, hidupnya dipastikan dipenuhi dengan kerugian. Saat ibadah ia bisa saja berteriak amin terhadap khotbah yang disampaikan, barangkali ia yang paling keras, tetapi jika ia tidak melakukan firman yang dikhotbahkan, maka bodohlah orang itu.

Firman yang kita dengar bisa menguatkan iman, namun iman yang bertindak membuahkan pengharapan yang kuat kepada Allah yang sanggup melakukan segala sesuatu dari yang tidak mungkin menjadi mungkin. Tetapi jika iman tidak dibarengi dengan perbuatan, maka iman tersebut adalah iman yang mati. Musa berhasil melewati laut merah bukan hanya karena iman saja, tetapi juga karena ia berani bertindak mengacungkan tongkat. Tetapi Petrus tenggelam sesaat setelah berjalan di atas air, karena ragu-ragu bertindak dengan imannya, namun Tuhan Yesus kemudian menolongnya. Iman tanpa tindakan nyata bisa mengikis iman itu sendiri sebab iman tanpa tindakan menjadikan orang semakin dipenuhi dengan keragu-raguan.

Hidup di dunia ini banyak tantangan yang tidak bisa diselesaikan dengan kekuatan dan kemampuan manusia yang serba terbatas, marilah sebagai orang Kristen kita hidup oleh iman dan bertindak di dalam iman.

 

Renungan :

”Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu. Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak rubuh sebab didirikan di atas batu” (Matius 7:24,25).

 

Iman tanpa tindakan nyata hanya menciptakan kesia-siaan dan kerugian besar dalam hidup kita.