Khotbah Mingguan
Ditanam, Bukan Dikubur

Pdt. Billy Lantang, M.Sm

Minggu, 15 Desember 2019

Perjumpaan dengan Tuhan adalah suatu kejadian yang harus menjadi kebanggaan bagi setiap orang percaya, seperti kesempatan yang dimiliki oleh orang majus. Perjumpaan dengan malaikat Tuhan mengubahkan kehidupan orang-orang majus, dimana sebelumnya kehidupan mereka jauh dari pengenalan akan Tuhan, tetapi akhirnya diubahkan oleh Tuhan dan menjadi percaya kepada Tuhan. Kita mau belajar untuk memanfaatkan moment natal tidak hanya untuk perayaan rutinitas setiap tahun saja, tetapi membuat kita harus semakin bersemangat dalam mengenal pribadi Tuhan Yesus untuk kehidupan kita. Mengenal pribadi Tuhan Yesus harus melalui setiap Firman Tuhan yang sudah kita terima, sehingga kita dapat mengalami perubahan hidup sesuai kehendak Allah.

Dalam Lukas 2:10 setiap kita yang sudah mengenal pribadi Yesus, harus menyediakan tempat yang paling baik bagi Yesus didalam kehidupa kita. Karena jika ada Yesus dalam hidup kita, maka akan ada kebahagiaan dalam rumah tangga kita, dan juga ada kasih di dalam hubungan kita bersama teman dan saudara. Ketika sepanjang kehidupan kita sudah diisi oleh kesukaan besar yang berasal dari Yesus, maka kita harus belajar untuk berbuah dan memberitakan kesukaan besar tersebut kepada orang-orang yang belum mengenal Tuhan. Karena orang-orang yang belum mengenal Tuhan, bahkan orang yang sudah mengenal Tuhan juga berfikir bahwa buah yang diperlihatkan adalah harta, jabatan yang tinggi dan status sosial yang baik. Padahal sesungguhnya Tuhan menginginkan kita menghasilkan buah yang berasal dari Firman Tuhan, seperti kasih, damai sejahtera Allah, dan sukacita. Buah inilah yang seharusnya dilihat oleh orang dan dapat menjadi berkat bagi sesama.

Caranya agar kita bisa memiliki buah tersebut adalah mau untuk ditanam. Ditanam artinya memiliki kerendahan hati, untuk tidak menolak didikan Firman. Di dalam Kolose 2:6-7 penerimaan kita akan Yesus Kristus akan membuat kita memiliki dasar yang kuat. Dan dasar yang kuat tersebut, tidak hanya dapat dirasakan oleh orang lain saja, tetapi kita juga bisa menikmati buah tersebut. Agar kita tetap memiliki kekuatan ketika kita menghadapi suatu masalah yang besar, dan kita beroleh kemenangan. Amin.