Renungan Harian
Belajar Rendah Hati

Zakharia 9:9, 10; Filipi 2:5-8

”Bersorak-soraklah dengan nyaring, hai puteri Sion, bersorak-sorailah, hai puteri Yerusalem! Lihat, rajamu datang kepadamu; ia adil dan jaya. Ia lemah lembut dan mengendarai seekor keledai, seekor keledai beban yang muda.”

(Zakharia 9:9)

Kalau kita membayangkan seorang raja, apa yang ada benak kita ketika dia harus mengendarai sebuah kendaraan Mercedes seri terbaru? BMW seri terbaru? Atau bahkan Rolls Royce seri terbaru? Layak bukan kalau raja mengendarai mobil seperti itu ?

Tetapi kalau ada Raja di atas segala raja mengendarai seekor keledai, itu tidak masuk akal. Kita cenderung berkata kalau itu tidak pantas. Masakan seorang Raja, apalagi Raja di atas segala raja hanya mengendarai seekor keledai? Dan kita tahu keledai itu identik dengan kedunguan, dan dunia memang menganggap bahwa keledai itu adalah binatang yang amat dungu.

Apa yang Yesus ajarkan kepada kita adalah tentang kerendahan hati. Yesus sudah menunjukkan kerendahan hati ini sejak pertama kali Dia datang ke bumi. Alkitab berkata, ”Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus, yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib” (Filipi 2:5-8).

Yesus tidak mau menunjukkan jati diri-Nya sebagai bahan untuk menyombongkan diri-Nya. Yesus tidak mau menonjol. Yesus tidak mau ditinggikan sebelum masanya. Yesus selalu rendah hati dan itu yang Dia ajarkan kepada kita.

Bagaimana dengan kita? Apakah masih ada dalam diri kita ada perasaan supaya kita dikenal, disanjung, dielu-elukan, dan dipuji. Ketika ada orang yang menyentil harga diri kita dan apakah kita meluap dengan kemarahan ? Kalau itu masih ada, kita masih hidup di dalam harga diri yang tinggi. Kita belum belajar untuk menjadi rendah hati seperti Kristus. Percavalah kalau kita rendah hati, maka Tuhan akan meninggikan kita.

 

Renungan :

Seorang yang semakin menyerupai Kristus akan menjadi rendah hati seperti Dia. Belajarlah untuk menjadi rendah hati seperti Dia.  

 

Rendah hati adalah pintu menuju kemuliaan.