Renungan Harian
Kambing HItam

Nehemia 2; Yohanes 16:33

“Ketika Sanbalat, orang Horon, dan Tobia, orang Amon, pelayan itu, mendengar hal itu, mereka sangat kesal karena ada orang yang datang mengusahakan kesejahteraan orang Israel” (Nehemia 2:10).

 

Menurut berita di beberapa media Arab, gelombang tsunami yang terjadi di Sumatera Utara dan sekitarnya pada tanggal 26 Desember 2004 yang lalu bukanlah disebabkan oleh gempa, tetapi oleh uji coba senjata nuklir atau senjata geoteknik. Mereka yakin akan teori konspirasi ini di mana ketiga negara yang mereka sebutkan adalah Amerika Serikat, Israel, dan India. Ini memang amat menggelikan sebab seolah-olah yang menjadi kambing hitam dari hancurnya kota-kota karena gelombang tsunami adalah negara-negara tersebut.

Dalam beberapa kasus memang seringkali yang disalahkan adalah negara Israel. Ini memang tidak terlepas dari nubuatan Alkitab bahwa bangsa ini tidak akan tenang sampai mereka mengakui Mesias yaitu Yesus.

Ada saja orang yang tidak suka kepada orang benar. Itu sama dengan apa yang dialami oleh Israel, sebab beberapa orang tidak senang bila orang Israel mendapatkan damai sejahtera. Maunya Israel itu dilenyapkan saja dari muka bumi ini.

Saudaraku, nasib kita sebenarnya tidaklah berbeda jauh dengan apa yang dialami oleh bangsa Israel itu, sebab sampai kini kita mengalami diskriminasi, perlakuan yang tidak menyenangkan, dan perlakuan yang tidak adil. Gereja-gereja dibatasi gerakannya. Persekutuan-persekutuan diperlakukan tidak adil. Memang tidak semuanya mengalaminya, tetapi secara umum itulah yang kita rasakan. 

Justru inilah peluang gereja Tuhan untuk menunjukkan terangnya. Sebab semakin kita terjepit, semakin banyak minyak yang akan keluar. Artinya, akan semakin besar urapan yang dicurahkan. Gereja tanpa aniaya akan menjadi gereja yang santai dan tanpa api. Harus ada aniaya supaya api itu menyala.

Jadi di mana saja kita berada, kita akan banyak menghadapi tantangan. Tetapi tergantung juga apakah kita adalah seorang Kristen yang sungguh-sungguh melakukan firman Tuhan, sebab ada di luar sana orang Kristen bunglon yang bisa berubah-ubah, tergantung situasi. Orang Kristen semacam ini tidaklah bertahan lama.

 

Renungan:

Sejak Alkitab ditulis kita melihat penderitaan orang-orang benar. Dan itu berarti menyangkut kita juga. Hanya saja yakinlah bahwa kemuliaan Allah akan semakin nyata bila ada kebenaran yang ditindas oleh kelaliman.

 

Kebenaran tidak akan pernah dapat dikalahkan.