Renungan Harian
Jangan Takut

2 Tawarikh 32:1-19; Yakobus 1:12

"Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu! Janganlah takut dan   terkejut terhadap raja Asyur serta seluruh laskar yang  menyertainya, karena yang menyertai kita lebih banyak dari pada   yang menyertai dia....”(2 Tawarikh 32:7,8).

 

Perasaan cemas, kuatir dan takut senantiasa mengintip kehidupan orang percaya, apalagi di saat ia sedang menghadapi tantangan yang besar di dalam hidupnya, berada dalam kondisi yang tidak baik dan mengalami masa-masa yang sukar dalam keuangan, usaha bangkrut, toko sepi, gaji pas-pasan, dikejar musuh, dikejar hutang, dan tubuh sering sakit sakitan.

Kecemasan, kekuatiran dan ketakutan itu muncul sebagai reaksi yang wajar dari jiwa kita yang tertekan. Hal itu terjadi karena kita terpengaruh dengan pola pikir kita sendiri. Cara pandang yang salah terhadap suatu masalah itulah yang sering kali justru melemahkan iman kita. Sebab  cara pandang kita terhadap masalah mempengaruhi cara kita menghadapinya, dan lucunya sering kali kita menghadapi masalah  dengan kekuatan kita sendiri.

Saudara, adalah wajar jika pada akhirnya saat menghadapi masalah dan persoalan kita akan melihat keterbatasan kita, sebab di didalam diri manusia banyak sekali keterbatasan dan kemustahilan. Tetapi kuatkan dan teguhkan hati, Allah yang kita sembah di dalam Tuhan Yesus Kristus adalah Allah yang tidak terbatas kuasa-Nya dan di dalam Dia tidak ada yang mustahil. 

Sesungguhnya, kekuatan yang kita miliki itu hanya kita pergunakan untuk mempercayai pekerjaan Allah; mempercayai firman dan janji-Nya, dan berpengharapan di dalam Dia. Namun seringkali kita menghadapi masalah dengan kekuatan kita sendiri, bahkan kadang kita merasa lebih kuat daripada Tuhan. Seringakali kita mencoba membantu Tuhan untuk menyelesaikan masalah, padahal sesungguhnya kita yang membutuhkan Tuhan. 

Jika saat ini sedang mengalami penderitaan, ingatlah Yak. 1:12: “Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan, sebab   apabila ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah kepada barangsiapa yang mengasihi Dia.”

Kalau saat ini kita terlibat pelayanan dan mendapat ancaman, perhatikan Kis. 18:9:  Pada suatu malam berfirmanlah Tuhan kepada Paulus di dalam  suatu penglihatan: "Jangan takut! Teruslah memberitakan firman dan jangan diam!”

Tuhan menyertai kita, Ia pasti bela kita, yang penting hati kita bersih di hadapan-Nya. Pekalah terhadap penyertaan-Nya dan hormatilah kehadiran-Nya ditengah-tengah kita.

 

 

Renungan:

Allah selalu berinisiatif menyertai kita, karena itu Ia disebut “Imanuel” artinya Allah beserta kita. Kalau Ia berinisitif menyertai kita, itu artinya Ia selalu siap menolong kita, kekuatannya yang dahsyat itu ada disekeliling kita, jadi tidak ada alasan bagi orang percaya hidup dalam ketakutan dan kekuatiran.

 

 

Jangan Takut, sebab Tuhan selalu beserta dengan kita.