Renungan Harian
Atalya Dalam Diri Anda

2 Tawarikh 22:10-23:21; Kolose 3:5

“Bersukarialah seluruh rakyat negeri dan amanlah kota itu, setelah Atalya mati dibunuh dengan pedang” (2 Tawarikh 23:21).

 

Atalya adalah contoh buruk bagi kita. Saya tidak melihat ada nilai baik sekecil apapun pada dirinya. Justru karena keburukannya itulah dia menjadi biang dari segala kekacauan. Jadi setelah dia mati seluruh rakyat merasakan keamanan.

Mari kira lihat siapakah Atalya itu.

Menurut Alkitab dia adalah anak Ahab dan Izebel. Kedua orang tuanya tidak lebih baik dari dia.  Dan dia diperistri oleh Yoram, raja Israel yang jahat pula. Dan peristiwa berdarah yang tercatat dalam kehidupannya adalah ketika dia menghabisi semua keturunan raja Yehuda, setelah anaknya, Ahazia, dibunuh oleh Yehu.  Tetapi akhir hidupnya kita ketahui bagaimana akhirnya dia dibunuh dengan pedang.

Pada dasarnya di dalam diri kita ada Atalya, sadar atau tidak sadar. Kadang kita menjadi manusia yang begitu jahatnya sampai-sampai kita terheran-heran sebab yang muncul di dalam diri kita adalah monster yang mematikan. Dan memang sejak zaman dahulu banyak orang perkasa yang dikalahkan bukan oleh musuh yang kuat tetapi oleh dirinya sendiri. Kita tentu tahu Simson. Apakah Delila mengalahkannya? Kalau dipikir lebih lanjut sebenarnya tidak mungkin Delila mengalahkannya sebab apa artinya seorang wanita di hadapan Simson yang perkasa? Perhatikan bahwa Simson dikalahkan oleh dirinya sendiri. Dia menjadi begitu lemah di hadapan Delila. Dia manut saja kepada Delila.

Dan di dalam diri kita ada makhluk jahat yang bernama ‘daging’. Oh saudaraku betapa jahatnya daging kita ini. Setiap hari daging kita menuntut kita untuk memenuhi keinginannya. Dan bila kita belum menguasainya itu berarti kita masih belum merasa aman. 

Pada prinsipnya untuk mengalahkan daging kita adalah dengan memberikan makanan yang bergizi kepada roh kita. Sebab hanya melalui roh yang kuat maka kita dapat melemahkan daging kita. Yusuf adalah contoh manusia yang memiliki roh yang kuat sebab dia tidak tergoda dengan tante Potifar. 

 

Renungan:

Saudara, kalau masih ada roh Atalya dalam diri kita marilah kita kalahkan dan matikan. Marilah kita menguatkan roh kita melalui persekutuan yang akrab dengan Allah.

 

Hawa nafsu adalah momok yang mengerikan.