Renungan Harian
Besarnya Jasa Mama

2 Tawarikh 22:1-9; Efesus 6:4

“Iapun hidup menurut kelakuan keluarga Ahab, karena ibunya menasihatinya untuk melakukan yang jahat” (2 Tawarikh 22:3).

 

Dr. G. Campbell Morgan mempunyai 4 orang anak dan mereka semuanya adalah pengkhotbah. Seseorang suatu hari ke rumah mereka dan di sana berkumpul semua anggota keluarga. Dan tamu ini lalu bertanya kepada Howard, salah seorang dari mereka, “Howard, siapakah pengkhotbah terbesar dalam keluarganu?” Howard sangat menghormati ayahnya dan dia menoleh kepadanya dan tanpa ragu dia menjawab, “Ibu.”

Ibu atau mama betapa besar jasa-jasa mereka. Kita tentu masih ingat bagaimana mereka dengan penuh kasih membesarkan kita dan menjadikan kita seorang yang  berarti. Bersyukurlah jika kita mempunyai ibu yang baik dan luar biasa itu.

Tetapi pada keluarga Ahab ada kasus yang memalukan di mana seorang ibu yang seharusnya mendidik anak-anaknya dengan baik tetapi justru menjerumuskannya. Bahkan kalau kita senang melototi acara-acara tv dengan program fauna, kita akan melihat bagaimana buaya yang amat ganas itu berubah jadi penuh kasih saat dia merawat anak-anaknya. Kalau ada ibu yang mencelakakan anaknya, bukankah naluri keibuannya sudah tidak ada lagi? Apakah dapat dikatakan bahwa ibu buaya saja masih lebih baik dari ibu manusia?

Kita tentunya sedih sekali bila membaca berita anak-anak yang dijual sendiri oleh ayah atau ibunya. Apakah mereka lupa bahwa anak-anak itu sebenarnya adalah titipan Tuhan? Ya mereka memang khilaf; sekhilaf-khilafnya atau kalau boleh dikatakan mereka menganggap anak-anaknya adalah barang yang dapat diambil keuntungannya tanpa peduli bagaimana caranya.

Saudara, jadilah ibu yang baik bagi anak-anakmu. Masa depan mereka ada di tanganmu. Kalau kita mendidiknya jahat, maka kelak mereka juga akan menjadi orang yang jahat. Tetapi kalau kita mendidiknya di dalam ajaran firman Tuhan maka mereka juga akan terbentuk menjadi manusia yang baik. Jadi jangan segan mendidik mereka tentang kebaikan dan kebajikan.

 

Renungan:

Salah didik adalah masalah yang serius di dalam gereja Tuhan. Atau yang tidak kalah parahnya adalah sama sekali tidak mendidik mereka. Kita mungkin terlalu sibuk sehingga tidak ada waktu untuk berkumpul dengan anak-anak kita. Jadi jangan heran bila mereka mendapatkan didikan dari orang lain yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

 

Bila kita salah mendidik anak kita, maka lebih berat lagi kita harus mengembalikannya.