Renungan Harian
Hasil Dari Pengaruh

2 Tawarikh 22:1-9; 1 Korintus 15:33

“Lalu ia mencari Ahazia; Ahazia tertangkap ketika ia bersembunyi di Samaria. Ia dibawa kepada Yehu, lalu dibunuh, tetapi dikuburkan juga, karena kata orang: “Dia ini cucu Yosafat, yang mencari TUHAN dengan segenap hatinya.” Dari keluarga Ahazia tidak ada lagi yang sanggup memerintah.” (2 Tawarikh 22:9).

Kunci awet tidaknya pemerintahan seorang raja Israel terletak pada mencari Tuhan dengan sungguh-sungguh atau tidak. Bila seorang raja Israel mencari Tuhan dengan sungguh-sungguh maka awetlah pemerintahannya tetapi sebaliknya bila seorang raja Israel berbuat jahat di mata Tuhan jangan berharap pemerintahannya tetap kokoh. Itulah yang dialami oleh  raja Ahazia bahkan Alkitab mencatat “keluarga Ahazia tidak ada lagi yang sanggup memerintah.” 

Siapa yang mendalangi Ahazia melakukan apa yang jahat di mata Tuhan? Ibunya. “Iapun hidup menurut kelakuan keluarga Ahab, karena ibunya menasihatinya untuk melakukan yang jahat.” (ayat 3). Ibunya telah mempengaruhi Ahazia sedemikian rupa yang pada akhirnya dia berbuat sama dengan apa yang dilakukan ibunya. 

Di mana kita berada untuk kurun waktu yang cukup lama maka hidup kita akan terbentuk seperti lingkungan yang kita hidupi. Hal itu tidak bisa kita pungkiri. Bahkan rasul Paulus menulis demikian,” Janganlah kamu sesat: Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik.” (1 Korintus 15:33).

Hari ini kita kembali diingatkan pentingnya memperhatikan lingkungan yang kita tinggali selama ini. Bila kita ingin kehidupan rohani kita sehat dan tetap kuat pilihlah siapa teman bergaul saudara dan bagaimana lingkungan saudara saat ini. Hal ini bukan berarti kita harus menyendiri. Tidak! Kita memang hidup di dunia tetapi ingat kita bukan berasal dari dunia tetapi berasal dari Allah. Bukan kita yang dipengaruhi tetapi justru kita yang harus mempengaruhi. Oleh sebab itu carilah teman atau lingkungan yang membuat kita bertumbuh di dalam Tuhan. Bila tidak, kita pasti akan menemukan diri kita telah malangkah jauh keluar dari rencana Allah yang sempurna.

Kita telah melihat berapa banyak anak-anak Tuhan yang dulunya bersemangat mengiring Tuhan tetapi karena pergaulan dan lingkungan yang mereka pilih salah membuat mereka menjadi kendor dan tidak lagi menyala-nyala bagi Tuhan. Mereka berkata, ”Ndak usah gereja-gerejaan. Itu dulu tetapi sekarang senang-senang ajalah mumpung masih muda.”

 

Renungan:

Allah punya rencana indah atas hidup kita, jangan biarkan rencana-Nya gugur di tengah jalan. Carilah Tuhan dengan sungguh-sungguh sebab Tuhan memberi upah kepada mereka yang sungguh-sungguh mencari Dia dengan segenap hati. Jangan pernah hidup seperti raja Ahazia.

 

Sebelum yang jahat mempengaruhi kita pengaruhi terlebih dulu dengan yang baik.