Renungan Harian
Fenomena Tulang Elisa

2 Raja-Raja 13:14-25; Roma 8:11

“Pada suatu kali orang sedang menguburkan mayat. Ketika mereka melihat gerombolan datang, dicampakkan merekalah mayat itu ke dalam kubur Elisa, lalu pergi. Dan demi mayat itu kena kepada tulang-tulang Elisa, maka hiduplah ia kembali dan bangun berdiri” (2 Raja-Raja 13:21)

 

Sungguh sangat fenomenal peristiwa tulang-tulang Elisa. Bagaimana tidak fenomenal, hanya dengan menyentuh tulang-tulang Elisa sesosok mayat bisa hidup kembali. Wow!!! Ini bukan dongeng atau cerita fiksi. Ini peristiwa yang benar-benar terjadi. 

Ada apa dibalik tulang-tulang Elisa itu sehingga bisa membangkitkan orang-orang mati? Dua bagian roh Elia [urapan ganda] yang pernah diterimanya. Tidak bisa dipungkiri kuasa atau urapan yang diterima seseorang berdampak pada bagian tubuh seseorang seperti yang dialami Elisa. Akibat besarnya urapan atau kuasa yang diterima Elisa membuat tulang-tulangnya bertuah untuk masa tertentu. Dengan kata lain kuasa Allah atau urapan itu bisa “melekat” pada sebuah media seperti halnya pada tulang-tulang Elisa atau sapu tangannya rasul Paulus [Kisah Para Rasul 19:12]. 

Hal itu juga bisa berlaku bagi kita. Mengapa? Sebab kuasa Allah atau Roh Kudus tinggal di dalam diri kita tepatnya di dalam roh kita. Semakin kita memberi diri kepada kuasa Roh Kudus berkarya di dalam hidup kita maka semakin besar pula dampaknya bagi tubuh kita. Artinya kuasa itu tidak hanya berdampak bagi roh dan jiwa kita saja tetapi kuasa itu terus akan “merembes” sampai pada tubuh kita sehingga membuat tubuh kita yang lemah dikuatkan, yang sakit disembuhkan dan masih banyak lagi yang menjadi kesulitan tubuh kita akan dipulihkan. 

Tidak heran bila rasul Paulus berkata,” Dan jika Roh Dia, yang telah membangkitkan Yesus dari antara orang mati, diam di dalam kamu, maka Ia, ……akan menghidupkan juga tubuhmu [bukan tubuh kemuliaan tetapi tubuh yang sekarang kita hidupi ini] yang fana itu oleh Roh-Nya, yang diam di dalam kamu.” [Roma 8:11] Wow!!!

Bukan hanya itu tubuh kita akan menjadi point of contact [media] untuk melepaskan kuasa Allah kepada orang lain seperti yang dikatakan Tuhan Yesus, “mereka akan memegang ular, …mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh.” [Markus 16:18].

 

Renungan:

Tulang-tulang Elisa memang telah menjadi tanah tetapi kuasa yang membuat tulang-tulangnya bertuah ada di dalam roh kita sekarang ini. Jangan biarkan kuasa itu terpenjara di dalam roh kita saja tetapi biarkan terus merembes ke dalam jiwa dan tubuh kita. Jadikan tubuh kita menjadi point of contact dari kuasa Allah bagi orang lain.

 

Apa yang akan dipancarkan tubuh kita tergantung dari apa yang ada di dalamnya.