Renungan Harian
Terbiasa Salah

1 Raja-Raja 13:1-16; Ibrani 9:27

 “Ia melakukan apa yang jahat di mata Tuhan, dan hidup menurut dosa Yerobeam bin Nebat” (1 Raja-Raja 13:2).

 

Kalau kita mengamati dan membaca 1 Raja-raja 13:1-16, ada 2 raja Israel yang mengalami kegagalan dalam memimpin bangsa. Mungkin kita bertanya mengapa keduanya mengalami kegagalan? Apa yang salah dengan kedua raja tersebut? Kesalahan terbesar ternyata akibat sudah terbiasa melakukan kesalahan. Mengapa? Karena mereka sudah terbiasa dengan kesalahan yang dibuat oleh para raja yang sebelumnya. Dan kesalahan itu sudah mendarah daging atas rakyat yang mereka pimpin. Dalam pemerintahan Yoahas sebenarnya secara pribadi ia sudah bertobat dengan memohon belas kasih Tuhan dan Tuhan melepaskan cengkeraman dari tangan orang Aram, tetapi semua rakyatnya masih saja tidak mau menjauh dari apa yang dikerjakan oleh keluarga Yerobeam sebelumnya.

Naiknya Yerobeam bin Nebat  sebagai raja berdasarkan pilihan rakyat dan bukan atas hak keturunan. Pola ibadah kerajaannya menjadi pola keagamaan bagi semua penggantinya. Yerobeam ditimpa murka Allah karena mendirikan kuil-kuil di kota Dan dan Betel untuk menandingi Bait Suci di Yerusalem dengan menggunakan tata cara ibadah baru dan dilayani oleh imam-imam non Lewi.

Kata terbiasa melakukan kesalahan, sehingga kadang tidak malu melakukannya. Sebagai contoh, gaya berpacaran muda mudi yang harus didahului dengan “uji coba” terlebih dahulu sebelum menikah! Begitu juga dengan kawin cerai yang sedang marak di jaman modern ini.

Hal itu tidak saja terjadi bagi orang yang belum percaya dan lahir baru tetapi juga merambah dalam gereja Tuhan. Tidak ada satu kesalahan pun yang bisa dikompromi! Ingatlah, Allah akan membawa setiap perbuatan kita kepada penghakiman. Mungkin orang lain tidak tahu tetapi Tuhan tahu karena ia Allah Maha Tahu. Dengan mata-Nya ia mengawasi perbuatan setiap orang dan membawanya kelak kepada pengadilan-Nya. 

Kalau saudara sebagai seorang pemimpin dari suatu lembaga, saudara punya tanggung jawab untuk memberi contoh dan teladan untuk tidak kompromi dengan suatu kesalahan.

 

Renungan:

Karena itu keluarlah dari segala belenggu dosa! Jangan menganggap bahwa berbuat dosa itu sudah menjadi tren di zaman ini! Hiduplah sesuai dengan kebenaran-Nya, bukan pendapat umum.

 

Barangsiapa berbuat kesalahan, ia akan menuai akibatnya. Karena Tuhan tidak membeda-bedakan.