Renungan Harian
Tanggung Jawab Guru

2 Raja-Raja 11:21-12:21; Lukas 20:46, 47

Yoas melakukan apa yang benar di mata TUHAN seumur hidupnya, selama imam Yoyada mengajar dia” (2 Raja-Raja 12:2).

 

Setiap orang bisa jadi mempunyai guru favorit. Mungkin di sekolah kita juga mempunyai guru favorit. Selama kita diajar oleh guru favorit kita, maka pelajaran yang diberikan dapat diserap semuanya. Dan itu pula yang terjadi dengan Yoas. Selama imam Yoyada mengajarnya, maka Yoas melakukan apa yang benar. 

Guru mempunyai tanggung jawab besar mendidik murid-muridnya. Tetapi di zaman modern ini ada guru yang ibarat peribahasa ”pagar makan tanaman”. Ada kasus-kasus di mana guru tidak memberikan teladan yang baik. Mereka melakukan kegiatan-kegiatan ilegal bersama murid “kesayangannya”. Dan tak lama setelah itu mencuatlah berita yang tidak pantas yang dilakukan oleh seorang pendidik.

Allah pasti menghakimi para guru yang menyesatkan dan membawa anak didiknya kepada malapetaka. Mereka akan mengalami penghukuman berkali-kali lipat. Yesus sendiri berkata, “Waspadalah terhadap ahli-ahli Taurat yang suka berjalan-jalan memakai jubah panjang dan suka menerima penghormatan di pasar, yang suka duduk di tempat terdepan di rumah ibadat dan di tempat terhormat dalam perjamuan, yang menelan rumah janda-janda dan yang mengelabui mata orang dengan doa yang panjang-panjang. Mereka itu pasti akan menerima hukuman yang lebih berat” (Lukas 20:46, 47).

Saudaraku, menyedihkan sekali bila masih saja terdengar berita pelecehan bahkan perkosaan yang notabene dilakukan oleh orang-orang yang seharusnya melindunginya dan mengajarinya tentang kebenaran. Kalau kita adalah orang yang dipercaya itu, jangan berpikiran tentang hal yang biadab itu. Sebab Allah akan menghukum kita lebih berat lagi.

Kita harus berdoa bagi anak-anak yang tidak mengerti apa-apa. Mereka membutuhkan lingkungan yang nyaman dan yang dapat melindungi mereka. Dan betapa bahagiannya bila kita dapat mengajarkan kepada mereka tentang kebenaran dan mereka bertumbuh menjadi manusia yang dapat diandalkan untuk membawa kemuliaan bagi Allah.

 

Renungan:

Selama ada pengajar, maka akan ada kebenaran. Maka jadilah pengajar-pengajar kebenaran. Biarlah ajaran itu akan menyelamatkan generasi berikutnya.

 

Guru teladan membawa muridnya pada jalan kebenaran.