Renungan Harian
Anda Terlalu Sibuk?

1 Raja-Raja 20:35-43; Efesus 5:16

“Ketika hambamu ini repot sana sini, orang itu menghilang." Kemudian raja Israel itu berkata kepadanya: "Begitu jagalah hukumanmu, engkau sendiri telah menetapkannya” (1 Raja-Raja 20:40).

 

Bila Anda adalah manusia sibuk, Anda pasti mengikuti tren dengan apa yang terjadi di dunia ini. Terutama Anda yang tinggal di kota besar seperti Jakarta. Waktu yang lowong tidak bisa disia-siakan begitu saja, sebab itu berarti hilangnya kesempatan. Jadi bisa dibayangkan betapa sibuknya manusia di muka bumi ini.

Dan melalui nabi yang menyamar, Ahab disindir karena telah melepaskan musuhnya (baca ayat sebelumnya). Apa alasannya sehingga Ahab melepaskan raja Benhadad dan itu merupakan kesalahan di mata Allah? Alkitab hanya mengatakan bahwa Ahab tidak berniat membunuhnya. Karena itu ia melepaskannya. Tetapi dalam perumpamaan oleh nabi itu, Ahab dianggap lalai dan terlalu sibuk sehingga raja itu meloloskan diri. Kesibukan menyenangkan seseorang tidak sadar akan keadaannya!

Pernahkah Anda lupa makan malam karena Anda sedang lembur? Atau pernahkah Anda lupa mandi karena sibuk? Pasti pernah atau bahkan sering!

Tuhan tidak melarang kita sibuk, tetapi tahukah kita bahwa Allah juga peduli dengan kesehatan jasmani dan rohani kita? Manusia modern sekarang ini cenderung terkena penyakit dan gangguan kesehatan. Sebut saja koleterol tinggi, darah tinggi, asam urat tinggi, dan berbagai gangguan jantung. Gaya hidup dan pola makan yang salah semakin memperparah keadaan manusia. Jadi perhatikanlah apa yang kita makan dan perhatikanlah waktu kita dengan baik, supaya kita tahu waktu untuk beristirahat!

Dan yang lebih penting lagi adalah kesehatan rohani kita. Kalau kita disebut “manusia sibuk”, maka ambillah waktu pada hari Minggu sebagai waktu kita beristirahat. Berikanlah waktu ini untuk beribadah dan bersekutu dengan Allah di gereja di mana kita biasa beribadah. Percayalah, melalui ibadah roh kita akan dikuatkan kembali, dan jiwa kita disegarkan. Dan Alkitab sendiri berkata, “dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat. Hiduplah dengan penuh hikmat terhadap orang-orang luar” (Efesus 5:16).

 

Renungan:

Orang yang malas tidaklah akan menerima berkat, seperti firman Tuhan katakan, tetapi terlalu sibuk dan tidak dapat membagi waktu dengan bijak juga sikap yang salah. Jadi jadikan keseimbangan ini semakin membawa kita menuju kesempurnaan.

 

Kesibukan yang tidak perlu dapat berakibat negatif.