Renungan Harian
Ucapan Kutuk

1 Samuel 14:24-46; Efesus 5:4

“Ketika orang-orang Israel terdesak pada hari itu, Saul menyuruh rakyat mengucapkan kutuk, katanya: "Terkutuklah orang yang   memakan sesuatu sebelum matahari terbenam dan sebelum aku   membalas dendam terhadap musuhku." Sebab itu tidak ada seorangpun dari rakyat yang memakan sesuatu” (1 Samuel 14:24).

 

Ini adalah hal yang harus diwaspadai oleh setiap orang Kristen dalam mendidik anak-anaknya. Seringkali di lingkungan sekitar kita terdengar ada orang tua yang mengata-ngatai anaknya dengan perkataan yang tidak pantas. Anaknya sendiri dikatakan seperti anjing, seperti monyet, bahkan ada yang mengatakan seperti setan. Suatu perkataaan kotor yang selayaknya tidak dikeluarkan dari mulut orang tua. Bahkan di daerah dan beberapa kota tertentu di Indonesia sumpah serapah yang berbau kutuk, seringkali diucapkan dan cukup membudaya. Ada orang tua karena jengkel kepada anaknya sempat-sempatnya menyumpahi anaknya, supaya ditabrak mobil bahkan kereta api. Ini contoh keadaan sehari-hari tentang ucapan-ucapan kutuk yang diucapkan oleh beberapa orang  tua dan orang-orang yang tidak mengenal Allah (dan orang Kristen juga!).

Saat bangsa Israel terdesak, Saul menyuruh rakyat mengucapkan kutuk bagi orang yang memakan sesuatu sebelum matahari terbenam dan sebelum ia membalaskan dendamnya. Tetapi Yonatan anaknya sendiri tidak mendengar perintah Saul. Ia mengulurkan tongkat yang ada di tangannya dan mencelupkan ujungnya ke dalam sarang madu; kemudian ia mencedoknya ke mulutnya dengan tangan, dan ia berkata kepada mereka: "Ayahku mencelakakan negeri; coba lihat, bagaimana terangnya mataku, setelah aku merasai sedikit dari madu ini. Dan pada hari itu mereka memukul kalah orang Filistin dari Mikhmas sampai ke Ayalon” (1 Samuel 14:27, 29, 31).

Melihat kekalahan musuh, Saul bernafsu mengejar orang Filistin, ia mendirikan mezbah bagi Tuhan, dan imam-imam menasihatinya supaya Saul menghadap dahulu kepada Allah. Saul bertanya : Bolehkah aku mengejar orang Filistin itu?   Tetapi Tuhan tidak menjawabnya (ayat 34-37), ia menyangka pasti ada yang melanggar larangannya. Sehingga ia mengumpulkan rakyat. Saul sendiri berdiri di dekat Yonatan dan setelah meminta tanda dan membuang undi ternyata Yonatan didapati yang melanggar sumpah. Tetapi Tuhan menyelamatkan Yonatan dari kutuk lewat rakyat yang mendukungnya. Sebab sesungguhnya Tuhan tidak mau umat-Nya mengucapkan kutuk seperti yang di kehendaki Saul.

 

Renungan:

Lalu bagaimana dengan sikap kita? Pernahkah terbersit di dalam hati kita mengucapkan ucapan kutuk? Tuhan Yesus berkata: Kasihilah musuhmu dan berdoalah  bagi mereka yang menganiaya kamu. (Matius 5:44) dan  Roma 12:14 mencatat: “ Berkatilah siapa yang menganiaya kamu, berkatilah dan jangan mengutuk! 

 

Selalu ucapkan berkat, jangan toleran dengan mengucapkan kutuk.